Anies: Pengecualian Ganjil Genap untuk Taksi Online Tergantung Menteri

epicentrum.id – Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan menegaskan, wacana taksi online dikecualikan dari aturan ganjil genap, akan tergantung dari aturan yang dikeluarkan pemerintah pusat, yaitu Peraturan Menteri Perhubungan (Permenhub) Nomor 118 Tahun 2018.

Menurut mantan Mendikbud ini, aturan merupakan dasar hukum juga atas angkutan online yang berlaku secara nasional.

“(Pengecualian taksi online dari aturan gage) sedang dibahas oleh Dishub dan Korlantas, dan merujuk nantinya pada Peraturan Menteri,” ujar Anies di Balairung Balai Kota DKI, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis, 29 Agustus 2019.

Anies menyampaikan, aturan gage, utamanya memiliki tujuan supaya masyarakat beralih ke angkutan umum. Masyarakat menjadi tidak mengandalkan lagi kendaraan pribadi untuk tiba di tempat kerja, juga pulang kerja. “Kita di Pemprov DKI ingin agar kebijakan ganjil genap ini mendorong masyarakat menggunakan kendaraan umum,” ujar Anies.

Pengecualian taksi online, menurut dia, dibahas dengan dasar berpikir seperti itu. Anies memastikan, Pemprov DKI Jakarta nantinya akan memiliki dasar hukum penerapan aturan yang mengacu juga kepada ketentuan-ketentuan hukum lain yang lebih tinggi.

“Arahnya (pengecualian taksi online dari aturan gage), kita ke sana. Dalam menerjemahkan itu, kita akan memastikan sesuai dengan ketentuan perundangan,” ujar Anies.

Diketahui, aturan ganjil genap diujicoba sejak 12 Agustus hingga 6 September 2019. Aturan akan berlaku dengan penegakan hukum mulai 9 September 2019.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perhubungan DKI Syafrin Liputo mengemukakan kecepatan lalu lintas secara rata-rata di 25 ruas jalan yang menjadi lokasi uji coba aturan ganjil genap, meningkat sebesar sembilan persen selama uji coba berlangsung.

Kecepatan rata-rata saat ini adalah 28 kilometer per jam dari sebelumnya 25,65 kilometer per jam. “Kecepatan lalu lintas itu meningkat,” ujar Syafrin saat dihubungi melalui sambungan telepon pada Jumat, 23 Agustus 2019.

Syafrin menyampaikan, ada juga peningkatan waktu tempuh sebesar 10 persen. Selain itu, jumlah penumpang TransJakarta meningkat 20 persen di ruas-ruas jalan yang menjadi lokasi uji coba.

“Jadi hasilnya, untuk uji coba ganjil genap, secara keseluruhan, kinerja lalu lintas baik,” ujar Syafrin. (vivanews)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *