Usulan Iuran BPJS Menkeu Lebih Besar dari Usulan DJSN

epicentrum.id – Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, menganggap, usulan kenaikan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan oleh Dewan Jaminan Sosial Nasional (DJSN), tidak akan mampu menutup defisit untuk jangka waktu yang panjang. Karena itu, dia mengusulkan kenaikan iuran lebih tinggi lagi.

Sri mengatakan, berdasarkan perhitungan rinci dan proyeksi neraca keuangan BPJS yang telah dilakukan oleh kementeriannya, iuran yang sesuai untuk menambal lebarnya defisit BPJS Kesehatan sebesar Rp28 triliun, adalah dengan menyesuaikan iuran khusus untuk kelas I dan kelas II.

Dia mengusulkan, iuran untuk kelas I adalah sebesar Rp160 ribu atau lebih tinggi dari usulan DJSN sebesar Rp120 ribu. Sementara itu, untuk kelas II adalah Rp110 ribu, lebih tinggi dari usulan DJSN sebesar Rp75 ribu. Selanjutnya, untuk iuran kelas III tetap dipatok sama dengan usulan DJSN yakni Rp42 ribu.

“Kami usul kelas dua dan satu dari jumlah yang diusulkan DJSN perlu untuk dinaikkan, untuk beri sinyal yang ingin diberi pemerintah adalah standar kelas tiga, sehingga kalau mau naik kelas ada konsekuensinya dan kita mulai 1 Januari 2020,” tutur Sri Mulyani di Gedung Parlemen, Jakarta, Selasa, 27 Agustus 2019.

Kata dia, dengan adanya kenaikan iuran tersebut maka bisa diproyeksikan bahwa BPJS Kesehatan bisa mengalami surplus sebesar Rp17,2 triliun pada 2020. Kemudian, surplus tersebut masih akan bisa dipertahankan pada 2021 menjadi Rp11,59 triliun, pada 2022 sebesar Rp8 triliun dan pada 2023 menjadi Rp4,1 triliun.

“Surplus makin kecil karena jumlah pesertanya meningkat, utilisasinya juga makin meningkat. Karenanya memang review tarif bisa dilihat lagi di 2025. Makanya untuk memperbaiki proyeksi cashflow BPJS kami usul Rp42 ribu kelas III, kelas II Rp110 ribu dan kelas I Rp160 ribu,” ujar Sri.

Dengan begitu, dia berharap, BPJS Kesehatan dapat dengan konsisten meningkatkan performa penagihannya kepada para anggota ke depannya. Selain itu, DJSN dapat menjalankan perannya secara konsisten untuk melakukan tinjauan beserta iuran setiap dua tahun sekali. (vivanews)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *