Per Juli 2019, Kartu Debit Berlogo GPN Terdistribusi 36,7 Juta Keping

epicentrum.id – Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Sugeng menyebut distribusi kartu debit berlogo Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) terus mengalami peningkatan. Per Juli 2019, jumlah kartu debit berlogo GPN yang terdistribusi mencapai sebanyak 36,7 juta keping.

“Kira-kira ini sudah sepertiga dari 100 juta pemegang kartu ATM dan debit,” ujar Sugeng di Hotel Indonesia Kempinski, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, 15 Agustus 2019.

Di periode yang sama, lanjut Sugeng, jumlah transaksi bulanan yang diproses melalui GPN mencapai 13,6 juta transaksi dengan nominal Rp6,21 triliun. Angka ini tumbuh sebesar 40 persen secara year on year (yoy).

“Ke depan tentunya dengan berjalannya GPN ini mudah-mudahan semakin memperkuat transaksi (menggunakan kartu debit berlogo GPN) ini,” harapnya.

Menurut dia, peningkatan volume dan nominal transaksi interkoneksi antarjaringan (off-us) dan interkoneksi dalam jaringan (on-network) dari kartu debit berlogo GPN lantaran adanya kampanye yang dilakukan secara nasional. Bank sentral, sebut Sugeng, menggandeng seluruh pihak untuk menyukseskan program yang telah diluncurkan sejak 2017 ini.

Kampanye penggunaan kartu debit berlogo GPN bukan hanya lewat industri perbankan. Bank Indonesia juga menggandeng kementerian, lembaga, hingga kampus-kampus untuk mengampanyekan kewajiban kepemilikan minimal satu kartu debit GPN oleh satu nasabah pada akhir 2021.

“Peluncuran GPN pada 2017 lalu tidak terlepas dari kerja sama dan sinergi yang harmonis antara Bank Indonesia dan pemerintah serta seluruh pelaku di bidang sistem pembayaran,” urai dia.

Sugeng pun mengapresiasi kerja sama dan sinergi antara pelaku industri sistem pembayaran di Indonesia. Salah satunya penandatanganan kerja sama antara Mastercard dan PT Artajasa Pembayaran Elektronis (Artajasa) untuk mendukung dan meningkatkan ekosistem GPN.

“Kerja sama dan sinergi lebih lanjut antara Artajasa dan Mastercard ini kami pandang sebagai hal yang sangat penting untuk dapat membawa sistem pembayaran di Indonesia lebih maju dan mampu mengadopsi mekanisme dan pengelolaan sebagaimana international best practice,” pungkas Sugeng. (medcom)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *