Derbi Jatim, Liga 1: Arema Hantam Persebaya 4-0

Epicentrum.id –  Arema FC tampil apik dalam laga pekan 14 Liga 1 2019. Menjamu Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang, Arema menang dengan skor telak 4-0.

Gol-gol Arema di laga ini dicetak Dendi Santoso, Artur Cunha, Sylvano Comvalius, dan Makan Konate. Kemenangan ini mengantarkan Arema naik ke posisi 4 klasemen sementara dengan raihan 22 poin. Di sisi lain, Persebaya tertahan di peringkat 7.

Pada laga ini, Arema turun dengan semua pemain kuncinya. Sylvano Comvalius, Riky Kayame, dan Dendi Santoso mengisi lini depan, ditopang oleh Hendro Siswanto, Makan Konate, Jayus Hariono di lini tengah. Lini belakang dikomandoi Hamka Hamzah dan Arthur Cunha.

Persebaya juga menurunkan para pemain intinya. Amido Balde, Oktafianus Fernando, dan Irfan Jaya mengisi lini depan. Rendi Irwan, Muhammad Hidayat, dan Rachmat Irianto. Lini belakang dipimpin Otavio Dutra dan Andri Muladi.

Laga sempat berjalan lambat di awal pertandingan. Kedua tim tampak berusaha untuk mencoba saling membaca permainan. Mereka tidak ingin gegabah dalam bermain, karena satu kesalahan bisa saja akan memberikan efek buruk.

Seiring jalannya laga, Persebaya mencoba untuk menguasai laga. Mereka coba memberikan tekanan lewat dua sisi sayap. Mereka sempat mencetak gol pada menit 12 lewat sundulan Balde, memanfaatkan sepakan bebas Ruben Sanadi. Sayang, gol ini dianulir karena Balde sudah berada dalam posisi offside.

Arema tidak tinggal diam menghadapi Persebaya yang bermain agresif ini. Mereka mulai aktif menekan, terutama ketika para pemain Persebaya memasuki area lapangan mereka. Ketika ada gelagat pemain Persebaya tidak nyaman menguasai bola, mereka juga tak segan untuk langsung menekan.

Memasuki menit 20, laga yang sempat hidup kembali berjalan stagnan. Kehati-hatian kembali terlihat dari permainan kedua tim. Persebaya lebih banyak menunggu, sedangkan Arema tak berani menekan langsung dengan agresif.

Tidak agresifnya lini depan Arema ini diperparah dengan sosok Makan Konate yang dijaga ketat oleh para pemain Persebaya. Dua pemain kerap menjegal sosok asal Mali tersebut, dan satu pemain akan mengikutinya ke manapun ia pergi.

Pada menit 29, Arema memasukkan Muhammad Rafli untuk menggantikan Jayus Hariono. Jayus sebenarnya tidak mengalami cedera, namun karena ingin meningkatkan tekanan, sosok M. Rafli pun dimasukkan oleh Milomir Seslija, pelatih Arema.

Tepat ketika Rafli masuk, Arema mencetak gol. Pada menit 30, diawali oleh sepak pojok Arema, bola sempat disundul oleh Balde. Sial bagi Persebaya, bola sundulan Balde ini langsung disepak oleh Dendi. Sepakan Dendi menerobos masuk gawang Persebaya setelah mengenai kepala Rachmat Irianto, mengubah skor menjadi 1-0.

Setelah unggul, Arema mulai menemukan bentuk permainannya. Mereka mampu melancarkan serangan dengan lebih baik. Konate, Comvalius, dan Kayame mulai berfungsi dengan baik. Beberapa peluang pun sempat dihadirkan, salah satunya lewat sepakan Comvalius sekira menit 33.

Persebaya sendiri kesulitan dalam menyerang setelah mereka tertinggal. Niat hati ingin menekan dengan serangan balik, upaya mereka ini justru kerap terhenti di lini tengah. Tekanan yang diberikan para pemain tengah Arema memang cukup apik dalam membendung distribusi bola pemain Persebaya.

Situasi ini terjadi sepanjang 10 menit akhir babak pertama. Arema terus berupaya menekan, Persebaya berusaha untuk menyerang balik. Namun, tak ada gol yang tercipta sampai babak pertama rampung. Skor 1-0 tetap bertahan.

Pada babak kedua, Arema tetap berusaha bermain lebih agresif. Meski sudah unggul satu angka, mereka sadar bahwa keunggulan ini bisa saja dikejar oleh para pemain Persebaya.

Persebaya pun tidak tinggal diam. Untuk mengejar ketertinggalan, mereka memasukkan Damian Lizio pada menit 50, menggantikan Rendi Irwan. Masuknya Lizio diharapkan dapat memberikan dimensi baru dalam permainan Persebaya.

Walau sudah memasukkan tenaga baru, bukan perkara mudah bagi Persebaya untuk menembus pertahanan Arema. Tampak di babak kedua ini, laiknya di babak pertama, mereka kesulitan mengalirkan bola ke lini depan.

Aliran bola yang tidak lancar ini membuat Balde sedikit terisolir di lini depan. Di sisi lain, Arema tetap menekan dengan gencar. Riky dan Comvalius masih acap bergerak liar di lini pertahanan Persebaya untuk membuat lini pertahanan Persebaya terpecah.

Tekanan yang terus dilepas Arema membuahkan gol kedua pada menit 71. Bermula lagi dari situasi sepak pojok, Dendi mengirimkan bola ke kotak penalti. Dalam keadaan tak terjaga di kotak penalti, Arthur Cunha mampu melesakkan bola ke gawang Miswar Saputra.

Apiknya lagi, bola sepak pojok Dendi ini tidak ditahan terlebih dahulu oleh Arthur. Alhasil, kedudukan berubah menjadi 2-0. Situasi jadi semakin sulit untuk Persebaya.

Untuk menjaga intensitas tekanan, Arema memasukkan Rifaldi Bawuo pada menit 72. Hadirnya Rifaldi memberikn efek positif bagi Arema. Tekanan demi tekanan masih kerap mereka berikan. Hal ini membuat Persebaya sulit mengembangkan permainan.

Pada sisa waktu 10 menit akhir babak kedua, Persebaya memasukkan Fandi Eko Utomo, menggantikan Hidayat. Tampak Bejo Sugiantoro, caretaker Persebaya, ingin agar lini tengah Persebaya makin hidup. Arema merespons masuknya Fandi dengan memasukkan Johan Alfarizi.

Alih-alih mampu memperkecil ketertinggalan, Persebaya justru kebobolan lagi. Pada menit 87, Persebaya melakukan kesalahan di lini pertahanan. Bola berhasil direbut Comvalius. Bekerja sama dengan Konate, Comvalius sukses membobol gawang Miswar. Skor berubah 3-0 untuk Arema.

Di sisa waktu yang ada, Arema masih berusaha untuk mencetak angka tambahan. Pada menit 90+2, Konate sukses membobol gawang Persebaya usai memanfaatkan umpan Rifaldi. Skor bertambah 4-0 untuk keunggulan Arema.

Hingga akhir laga, Persebaya sendiri tidak bisa melakukan banyak hal untuk memperkecil kedudukan. (Kumparan)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *