Kasus Penembakan Bripka Rahmat, Brigadir Rangga Tidak Alami Gangguan Jiwa

Bripka Rachmat Effendi (kiri) tewas ditembak oleh yuniornya, Brigadir Rangga Tianto (kanan) di kantor Polsek Cimanggis Depok (Istimewa via Warta Kota)

epicentrum.id, JAKARTA – Kapolda Metro Jaya, Inspektur Jenderal Polisi Gatot Eddy Pramono mengatakan Brigadir Rangga tidak mengalami gangguan jiwa. Hasil tes kejiwaan menyebut Brigadir RT sadar saat menembak Bripka Rahmat Effendi.

“Jelas terhadap pelaku sudah kita lakukan pemeriksaan kejiwaan psikologi. Hasil sementaranya itu yang bersangkutan normal,” kata Gatot di Markas Polda Metro Jaya, Senin 12 Agustus 2019.

Agar kasus polisi tembak polisi ini tak kembali terulang, Gatot minta dilakukan evaluasi terhadap anggota pemegang senjata api. Setiap pemegang senjata dipastikan mengikuti peraturan yang ada.

“Siapa-siapa yang megang senjata api kita sesuaikan dengan peraturan yang ada seperti itu,” ucapnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, kepada anggota pemegang senpi diharuskan pemriksaan psikologinya dilakukan secara mendalam. Dia minta emosional anggota dilihat.

“Khususnya di dalam pemeriksaan psikologinya betul-betul dilaksanakan yang benar sehingga anggota tidak mudah emosional ya, karena kalau emosional sebaliknya ini bahaya juga terhadap ini. kita evaluasi terhadap hal tersebut,” kata dia.

Peristiwa penembakan ini bermula saat terduga tersangka polisi berpangkat Brigadir dengan inisial RT, emosi lantaran Bripka Rahmat Effendi menolak permintaannya dengan nada kasar. Awalnya Bripka Rahmat Effendi mengamankan seorang pelaku tawuran inisial FZ beserta barang bukti berupa clurit ke Polsek Cimanggis.

Lalu, orangtua FZ datang ke Polsek didampingi Brigadir RT dan Brigadir R. Mereka meminta FZ dibebaskan, namun ditolak oleh Bripka Rahmat Effendi.

Tak terima dengan perlakuan tersebut, Brigadir RT kemudian pergi menuju ruangan lainnya yang bersebelahan dengan ruangan Sentra Pelayanan Kepolisian (SPK) Polsek Cimanggis. Ia mengambil sebuah senjata api jenis HS 9.

Brigadir RT langsung menembak Bripka Rahmat Effendi dan mengenai perut, dada, leher dan paha. Tembakan ini membuat Bripka Rahmat Efendi tewas seketika. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *