Demi Kesehatan, Jangan Makan Daging Sambil Minum Susu Seperti Orang Yahudi

epicentrum.id – Minum susu memang telah dilakukan manusia sejak lahir. Sejak lahir manusia telah mengonsumsi ASI hingga susu formula sebagai lanjutan pada balita.

Bahkan, sepanjang hidup manusia disarankan untuk meminum susu sapi, terutama susu segar. Itu karena susu segar memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh.

Susu sendiri diketahui bermanfaat untuk membantu menjaga kekuatan dan kesehatan tulang dan gigi, menjaga berat badan hingga memelihara kesehatan jantung. Namun, untuk mendapatkan itu, perlu takaran yang jelas.

Lalu, berapa banyak jumlah ideal konsumsi susu setiap harinya?

Ahli Nutrisi, Emilia Achmadi, MS.,RDN saat ditemui VIVA belum lama ini menjelaskan bahwa standar internasional konsumsi daily product, baik susu, yogurt maupun keju antara dua hingga tiga kali dalam sehari. Dengan takaran sekali konsumsi 200 mililiter untuk susu dan 1 cup ukuran 125 gram untuk yogurt.

“Untuk anak-anak yang sedang tumbuh 2-3 kali sehari, demikian juga untuk para atlet. Untuk orang dewasa at least satu kali sehari. Ibu menyusui 2 atau 3 kali,” kata dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan takaran khusus untuk ibu menyusui yang 2 atau 3 kali ini lantaran ibu menyusui harus meningkatkan kualitas makanan dalam tubuhnya. Susu menjadi salah satunya. Susu juga menurutnya, membantu ibu memproduksi asi.

“Ibu menyusui tidak membutuhkan banyak kalori, tapi harus menaikkan kualitas makanannya. Kalau dia mau menurunkan berat badan, susu low fat bisa jadi alternatif,” kata dia.

Dia melanjutkan, meminum susu pun juga ada aturannya. Yang mana susu, kata dia, disarankan dikonsumsi setelah mengonsumsi daging.

“Yang saya wanti-wanti kalau bisa jangan makan siang minum susu digabung. Tidak berbahaya tapi konteksnya setelah makan daging, minum susu antara zat besi dan kalsium balapan diserapnya. Mana yang dulu diserap, padahal kita butuh dua-duanya,” jelas Emilia.

Selain itu, dia juga menyarankan untuk tidak mengonsumsi susu saat makan, karena membuat perut kenyang dengan cepat. Sehingga beberapa asupan makanan lainnya seperti sayur tidak terpenuhi.

“Kalau berbarengan keburu penuh perutnya, asupan sayuran berkurang, asupan akan diambil kapsitasnya oleh minum susu. Saat makan dan minum susu dipisahkan. Jadi konsumsi susu dijedain saat snack. Penempatan ini yang harus kita pegang teguh,” kata dia. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *