Mantan Bupati Purwakarta Usulkan Daun Jati Sebagai Pembungkus Daging Qurban

Dedi Mulyadi sosialisasi dan mengajak masyarakat untuk menggunakan Daun Jati sebagai alternatif pembungkus Daging Qurban. (Photo/PurwakartaKini)

Epicentrum.id – Menjelang perayaan Idul Adha 1440 Hijriah, Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi mengusulkan penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging kurban. Menurut Dedi, selain ramah lingkungan, penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging juga menjadi bagian tradisi masyarakat Jabar.

Para orang tua dulu, kata Dedi, mengajarkan penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging, agar kualitas daging lebih terjaga. “Jadi dibungkusnya bukan lagi pakai plastik, tetapi pakai daun jati. Bukan hanya efektif membungkus, tetapi hawa harum dari daunnya itu memberikan efek pada daging serta mampu menjaga kualitas daging,” menurut Dedi dalam keterangan tertulis di akun Facebook nya, Minggu (4/8/2019).

<iframe src=”https://www.facebook.com/plugins/video.php?href=https%3A%2F%2Fwww.facebook.com%2FDediMulyadi1971%2Fvideos%2F2401596773417072%2F&show_text=0&width=560″ width=”560″ height=”315″ style=”border:none;overflow:hidden” scrolling=”no” frameborder=”0″ allowTransparency=”true” allowFullScreen=”true”></iframe>

Dedi pun mengaku sudah memberikan contoh penggunaan daun jati kepada para pedagang daging di Pasar Leuwi Panjang, Kabupaten Purwakarta pada Minggu (4/8/2019) pagi. Selain kepada pedagang, Dedi mengenalkan daun jati sebagai pembungkus daging kepada masyarakat yang berbelanja di pasar tersebut.

Tidak sedikit ibu-ibu, terutama ibu muda yang heran menyaksikan Dedi membungkus daging dengan daun jati yang diikat tali bambu dengan cepat dan baik. Dedi mengaku, keahliannya membungkus daging dengan daun jati merupakan hal biasa. Terlebih, dahulu dirinya sering membuat tali dari bambu untuk dijual kepada pedagang di sekitar rumahnya.

“Kan dulu sebelum ke sekolah sering membuat tali dari bambu. Bahkan, ibu saya berbelanja bawa kantong sendiri. Kalau daging dibungkus pakai daun dan dimasukin ke sain atau wadah dari anyamam bambu yang besar,” ungkapnya.

Selain memberikan efek positif bagi lingkungan, lanjut Dedi, penggunaan daun jati juga bakal membangun kreativitas masyarakat, terutama anak-anak sekolah. Apalagi, daun jati yang berserakan selama ini kurang dimanfaatkan dengan baik. “Kan nanti anak-anak sekolah bisa mendapatkan aktivitas dan kreasi yang menghasilkan. Tinggal dihitung berapa per lembar plus talinya, jadi bisa dimanfaatkan. Lingkungan terjaga, dapat juga keuntungan,” jelasnya. (Karolus Surbakti)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *