Duh! Ternyata Vagina Berbau Mirip Ikan Asin Butuh Penanganan Serius

ilustrasi organ intim/vagina. (foto: Pixabay/pexels)

epicentrum.id, JAKARTA – Setiap wanita memiliki aroma vagina alami yang dapat berubah sepanjang siklus menstruasinya. Namun, bau yang kuat bisa menjadi tanda infeksi, terutama jika dia aktif secara seksual. Belakangan sempat ramai bahasan yang menyebutkan bahwa vagina bisa berbau seperti ikan asin.

Tapi, benarkah vagina bisa berbau seperti ikan asin? Dan apa sebenarnya penyebabnya? Seperti dilansir dari Self, menurut seorang associate professor of obstetrics dan ginekologi di Northwestern University Feinberg School of Medicine, Lauren Streicher, M.D., ini sebenarnya adalah gejala yang cukup umum yang juga biasanya terkait dengan sesuatu yang tidak beres di vagina Anda. Alasan paling umum di balik bau vagina amis adalah bacterial vaginosis (BV).

Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC), Bacterial vaginosis terjadi ketika ada terlalu banyak bakteri berbahaya di vagina dan tidak cukup bakteri baik untuk menangkal itu.

Hal ini mengurangi pH vagina, memicu infeksi hingga menyebabkan bau amis (terutama setelah berhubungan seks). Bau itu muncul bersamaan dengan rasa gatal, nyeri, terbakar, dan keputihan tipis berwarna abu-abu atau putih.

Meskipun nampaknya berbahaya namun ternyata masalah ini cukup umum dialami wanita. CDC mengatakan ini adalah infeksi vagina paling umum pada wanita berusia antara 15 dan 44 tahun.

Faktor risiko yang diketahui termasuk aktif secara seksual terutama dengan pasangan baru atau banyak pasangan. Hal tersebut mungkin juga terjadi karena Anda mengalami trikomoniasis atau penyakit radang panggul. Meskipun kemungkinannya sangat jarang.

Trikomoniasis adalah infeksi menular seksual yang umum disebabkan oleh parasit, dan dapat menyebabkan keputihan yang berbau busuk, gatal pada kelamin, kemerahan, terbakar, dan nyeri ketika buang air kecil atau saat berhubungan seks.

Seorang ginekolog minimal invasif di Baylor University Medical Center di Dallas, Jessica Shepherd, M.D., mengatakan bahwa sebetulnya tidak perlu dilakukan diagnosis trikomoniasis ketika terjadi bau amis pada vagina. Tapi, jika muncul bau amis itu bisa menjadi salah satu awal kecurigaan mengalami trikomoniasis.

Namun, yang perlu diingat sekali lagi, jika berurusan dengan aroma amis, kemungkinan besar itu adalah BV. Tetapi terlepas dari apa yang terjadi di sana, penting untuk menghubungi dokter sehingga bisa mendapatkan perawatan yang tepat. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *