Team Work dan Kolaborasi ” Ruang Inovasi di Era Digital”

                              Ilustration Coworking and Teamwork (Marketeers.com)

Oleh : Jusman SD

Epicentrum.id -Ada Buku lama tahun 2015 berjudul The Innovators karya Walter Isaacson. Sebuah tulisan tentang lintasan sejarah kemajuan iptek Era Digital. Buku ini memaparkan bahwa kemajuan yang kita rasakan saat ini adalah hasil jerih payah dan perjalanan panjang tanpa henti dari pelbagai ide yang diwariskan dari generasi ke generari dan mewujud jadi kenyataan.

“If I have seen further than others, it is by standing upon the shoulders of giants” Begitu kata Isaac Newton dalam sepucuk surat kepada Robert Hooke tertanggal 5 Februari 1676. Robert Burton, dalam The Anatomy of Melancholy (1621), mengutip Diego Estella Stella sebagai berikut: “seorang kurcaci yang berdiri di pundak seorang raksasa dapat melihat lebih jauh dari raksasa itu sendiri”

Oleh Friedrich Nietzsche kata seorang kurcaci dalam tulisan Burton itu di interpretasikan sebagai kalangan intelektual atau sarjana akademis yang membawa perkembangan ilmu pengeyahuan ke puncak ketinggian yang paling luhur tingkat pemahamannya.

Meski begitu, di bagian tulisannya dibuku :” Thus Spoke Zarathustra (1882) “ dalam topik “On the Vision and the Riddle”, Nietzshe maenggambarkan bagaimana Zarathustra naik ke ketinggian dengan seorang kurcaci di pundaknya untuk menunjukkan kepadanya pemikiran terbesar yang ia temui. Namun, begitu sampai di sana, ia mengetahui bahwa kurcaci itu gagal memahami kedalaman penglihatan nya, meski ia berada dipundak raksasa.

Zarathustra kemudian mencela kurcaci dipundaknya. Engkau memang tak punya kehendak untuk tumbuh lebih tinggi, engkau menyia nyiakan kesempatan yang terbuka, dan tak mampu melihat horison yang jauh lebih luas didepan matamu, karena segalanya terlalu mudah.

Pundak ku jadi zona nyaman yang membuat engkau tertidur dan terlena”.

Seolah Nietzsche ingin memberikan pelajaran lain bagi generasi masa kini di era digital yang terbuai kenyamanan dalam kemajuan revolusioner ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini yang mempermudah segala urusan, sehingga lupa diri bahwa kemajuan iptek masa kini pada dasarnya merupakan perluasan gagasan yang diturunkan dari generasi sebelumnya.

Revolusi Ilmiah, Abad Renaisans dan Pencerahan, serta Revolusi Industri semuanya muncul dari tumbuh berkembangnya institusi yang mampu menciptakan ruang kerjasama kolaboratif dan jaringan individu , teamwork para ahli untuk berbagi ide.Secemerlang apa pun penemu Internet dan komputer, juga mereka mencapai kemajuan mereka melalui kerja tim dan kolaborasi dari pelbagai ahli dengan variasi ide dan keahlian.
****
Sejak abad keenam belas, kolaborasi itu tidak hanya terwujud di antara orang-orang sezaman, tetapi juga antar generasi. Inovator terbaik adalah mereka yang memahami lintasan perubahan teknologi distiap zaman dan mengambil tongkat estafet dari para inovator yang mendahuluinya.

Steve Jobs dibangun berdasarkan karya Alan Kay, yang dibangun di atas Doug Engelbart, yang dibangun di atas J. C. R. Licklider dan Vannevar Bush. Begitu tulis Isaacson dalam bukunya Innovator.

Ketika Howard Aiken sedang merancang komputer digitalnya di Harvard, ia terinspirasi oleh sebuah fragmen dari Charles Babbage’s Difference Engine yang ia temukan, dan ia membuat para krunya membaca “Notes.” Ada Lovelace.Kerja Tim yang paling produktif adalah tim yang menyatukan orang-orang dengan beragam spesialisasi.

Bell Labs di Amerika adalah contoh klasik, dikoridor panjangnya di pinggiran kota New Jersey, ada fisikawan teoretis, eksperimentalis, ilmuwan material, insinyur, beberapa pengusaha, dan bahkan beberapa pemanjat tiang telepon dengan minyak di bawah kuku jari mereka, saling bekerjasama untuk merealisasikan ide tentang telepon dan ruang digital.

Walter Brattain, seorang eksperimentalis, dan John Bardeen, seorang ahli teori, berbagi ruang kerja, seperti seorang pustakawan dan seorang komposer yang berbagi bangku piano, sehingga mereka dapat melakukan panggilan dan respons sepanjang hari tentang bagaimana “membuat kemajuan iptek yang kemudian menjadi benih teknologi transistor pertama.”

Meskipun Internet menyediakan alat untuk kolaborasi virtual dan jauh, pelajaran lain dari inovasi era digital adalah, sekarang seperti di masa lalu, kedekatan fisik , dialog empat mata, kolaborasi dalam ruang yang sama menjadi amat penting.

Ada sesuatu yang istimewa, dalam pertemuan copy darat itu, sebagaimana dibuktikan di Bell Labs, tentang pertemuan antar para ahli seperti pertemuan antara tulang dalam daging, yang tidak dapat terwujud secara fisik di ruang digital.

Para pendiri Intel menciptakan ruang kerja terbuka yang luas dan berorientasi tim di mana para karyawan dan Noyce sang Pemimpin, saling bersentuhan dan berdialog satu sama lain.Model ekosistem ruang kerja dan ruang inovasi yang menjadi bagian ekosistem di Lembah Silikon.

Salah satu tindakan pertama Marissa Mayer sebagai CEO Yahoo! adalah mencegah praktik karyawan bekerja dari rumah secara online dengan interner. Ia berkeyakinan bahwa “semua orang akan jauh lebih kolaboratif dan inovatif ketika mereka bekerja bersama. Dan saling berdialog dan berdebat tampak muka dan punggung”

Ketika Steve Jobs merancang markas baru untuk Pixar, ia terobsesi dengan ruang dialog sebagai pembangkit ide, Ia kemudian meminta para aristek embangun markas besar nya untuk menyusun pola penemptan atrium dan bahkan di mana orang menemukan kamar mandi.

Sehingga tanpa sengaja akan tercipta pertemuan pribadi yang kebetulan akan terjadi. Di antara kreasi terakhirnya adalah permintaan nya pada para arsitek perencana untuk membangun markas Apple dengan menciptakan ruang kolaborasi informal pertemuan tanpa sengaja dari para innovator. Dialog informal yang terwujud dalam sebuah lingkaran taman dan tempat bermain dengan cincin ruang kerja terbuka di sekitar halaman tengah, nya.

Begitu juga sepanjang sejarah kemajuan iptek, kepemimpinan terbaik kemajuan inovasi biasanya datang dari tim yang berhasil menggabungkan orang-orang dengan gaya yang saling melengkapi.Team Work dari mereka yang berbeda style dan pola fikir yang membangun sinergitas.

Itulah yang terjadi dengan generasi pendiri ARPANET termasuk para visioner seperti Licklider, insinyur pembuat keputusan yang jernih seperti Larry Roberts, orang-orang yang pandai menangani orang genius seperti Bob Taylor, dan pengayuh kolaboratif seperti Steve Crocker dan Vint Cerf.Kunci sukses lain adalah kemajuan dan keahlian tim manajemen dan tatakelola yang berhasil memasangkan mereka yang visioner, yang dapat menghasilkan ide, dengan manajer operasi, yang dapat melaksanakan action untuk mewujudkannya dalam realitas.

Visi tanpa eksekusi adalah halusinasi.
****
Robert Noyce dan Gordon Moore keduanya visioner, mereka menjadi sebuah sinergi untuk menemukan microprocessor Intel karena ada pemimpin seperti Andy Grove, yang tahu bagaimana memaksakan prosedur manajemen yang baik sehingga mampu memaksa orang untuk fokus, dan menyelesaikan pekerjaan tepat waktu sesuai jadwal dan biaya yang dialokasikan. .

Seperti kata Aristoteles: “Manusia adalah insan sosial.” Munculnya radio CB atau smartphone dan aplikasi seperti WhatsApp dan Twitter atau facebook semuanya adalah untuk tujuan sosial: untuk menciptakan komunitas, memfasilitasi komunikasi, berkolaborasi dalam proyek, dan memungkinkan jejaring sosial.

Bahkan komputer pribadi, yang pada awalnya dirangkul sebagai alat untuk kreativitas individu, mau tidak mau menyebabkan munculnya modem, layanan online, dan akhirnya Facebook, Flickr, dan Foursquare. Semua orang tidak bergabung dengan Facebook atas kemauan mereka sendiri atau mencari pertemanan untuk kepentingannya sendiri.

Melainkan karena mereka adalah insan social yang tidak dapat terus menerus tinggal didalam guanya sendiri menjadi katak dalam tempurung.

Revolusi Digital akan membawa lebih banyak metode baru untuk menggabungkan teknologi dengan industri kreatif, seperti media, mode, musik, hiburan, pendidikan, sastra, dan seni.

Sebagian besar inovasi putaran pertama melibatkan tatacara membuat buku, surat kabar, lembar opini, jurnal, lagu, acara televisi, film dan mentransformasikan nya dalam botol penyimpan digital baru.

Fase kedua akan melahirkan platform baru, layanan, dan jejaring sosial bsru yang semakin memungkinkan peluang baru untuk tumbuh berkembangnya imajinasi individu dan kreativitas kolaboratif.

Sayang jika ruang social seperti lebgaia grup WA terus menerus menjadi arena adu kebencian dan caci maki dan penyebaran berita palsu. Sayang jika ruang sosial , virtual space dunia maya menjadi ruang bagi munculnya virus mematikan sehingga benih ide baru dari generasi muda yang cemerlang tidak lahir, ide segar bagi kejayaan suatu Bangsa tidak terwujud.

Hemat saya, sudah saat nya ruang dialog diantara para expert pelbagai disipli iptek dikembangkan untuk membangun ekosistem inovasi bagi kemajuan dan kejayaan Bangsa.

Apa Begitu ? Wallahu Alam. Mohon Maaf jika ada kekeliruan dalam sharing kali ini.

Salam

Jusman Syafie Djamal, Menteri Perhubungan 2007/2009

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *