Menteri Pariwisata: Indonesia Mayoritas Muslim, tapi Marah Disertifikasi Halal

epicentrum.id – Indonesia sebagai negara dengan mayoritas Muslim, akan jadi hal aneh jika wisatawan domestiknya, mempertanyakan kehalalan sebuah makanan di suatu warung makan atau bahkan restoran yang tidak memiliki label halal. Seolah sudah percaya bahwa makanan yang disajikan pasti dijamin halal, banyak pengusaha di bidang kuliner yang mengesampingkan pentingnya label halal dalam restoran mereka.

Akan lain ceritanya jika wisatawan Muslim mancanegara yang datang ke Indonesia, tentu saja mereka akan lebih percaya dengan adanya label halal yang ada di sebuah restoran ketika mereka akan membeli makanan ataupun minuman. Untuk itu, dalam Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal yang akan segera diterbitkan Kementerian Pariwisata, sertifikasi halal menjadi salah satu hal penting yang harus dimiliki pelaku usaha.

“Kelebihan kita kelemahan kita. Kita mayoritas Muslim, merasa halal, merasa tidak perlu diapa-apakan, padahal usaha harus (memiliki) kualitas tertentu, dengan cara di sertifikasi. Kita, kalau disertifikasi pasti marah,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya di Hermitage, Jakarta Pusat, Selasa 25 Juni 2019.

Lebih lanjut Arief mengatakan, “Untuk wisnus (wisatawan nusantara) tidak ada isu, comfortable, asal kota mayoritas Muslim tidak perlu tanya. Tapi tidak bisa untuk wisman,wong enggak kenal, maka harus disertifikasi. Anggap saja sertifikasi adalah investasi yang harus dilalui, semakin disertifikasi, semakin bagus bisnisnya.”

Pentingya sertifikasi halal yang akhirnya menjadi faktor penting dalam Pedoman Penyelenggaraan Pariwisata Halal juga disampaikan oleh Pembina Tim Percepatan Pengembangan Pariwisata Halal, KH. Ma’ruf Amin. Menurutnya, dengan adanya sertifikasi halal, baik untuk restoran ataupun hotel akan memberikan rasa aman pada wisatawan Muslim yang datang.

“Sertifikasi itu garansi bahwa itu halal, kalau tidak ada sertifikat, tidak ada yang beri jaminan. Siapa yang menggaransi itu halal, kalau ada sertifikat MUI memberi jaminan, resto halal, hotel halal. Mereka bisa melihat, sehingga mereka tidak ragu kalau itu halal. Prosesnya kita berikan ke mereka (pelaku usaha) untuk menyertifikasi,” tuturnya. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *