Harga Ayam di Yogyakarta Jatuh, Peternak Bagikan 5000 Ayam

demonstrasi peternak ayam

epicentrum.id – Asosiasi Peternak Ayam Yogyakarta (Apayo) akan melakukan aksi protes karena harga beli ayam sangat murah. Aksi protes ini akan dilakukan dengan membagikan 5.000 ekor ayam secara gratis ke masyarakat.

Ketua Apayo, Hari Wibowo mengatakan 5.000 ekor ayam akan dibagikan kepada masyarakat di empat titik pada Rabu, 26 Juni 2019. Keempat titik itu di Balaikota, Stadion Kridosono, Alun-alun Utara dan depan Taman Pintar Yogyakarta.

“Ini bentuk protes kami atas murahnya harga ayam. Kami sebagai peternak merugi. Daripada dijual murah lebih baik dibagikan gratis ke masyarakat saja,” ujar Hari saat dihubungi, Senin, 24 Juni 2019.

Hari menjelaskan para pedagang membeli ayam dari para peternak seharga Rp7.000/kg. Sedangkan pedagang menjual ke pasaran seharga Rp29.000-Rp30.000 per kg.

Hari mengungkapkan terjadi selisih harga yang cukup tinggi. Pedagang mengambil untung yang sangat tinggi dari harga jual ayam di pasar, sedangkan peternak merugi. Hari pun berharap ada perubahan harga jual beli antara peternak dengan pedagang.

“Harusnya (harga jual di pasar) kalau per kilo harga ayam hidup segitu, karkasnya dikalikan satu setengah, idealnya Rp 14.000 atau Rp 15.000. Tapi ternyata ini Rp 30.000 per kg itu kan di luar nalar,” ujar Hari.

Hari pun mepertanyakan kenapa para pedagang tak mau menaikkan harga beli dari peternak menjadi Rp18 ribu-Rp20 ribu per kg. Padahal harga jual ayam di pasar cukup tinggi.

“Saya juga heran, kenapa pedagang tidak mau menaikkan harga, padahal di pasar harganya tinggi. Ya, idealnya Rp18.000 hingga Rp20.000, itu peternak untung,” ucap Hari.

Hari mengungkap kondisi ketimpangan harga itu terjadi sejak September 2018 yang lalu. Ketimpangan harga ini membuat para peternak di Yogyakarta merugi.

“Para peternak banyak yang takut untuk memelihara ayam lagi. Peternak biasanya memelihara ayam sekitar 3.000 ekor sampai 5.000 ekor. Rata-rata setiap ekornya peternak rugi sampai Rp20.000,” ucap Hari.

Hari mengaku permasalahan yang dialami peternak telah dilaporkan ke Dinas Pertanian DIY. Laporan dibuat, kata Hari agar ada solusi bersama terkait ketimpangan harga tersebut.

“Saya sudah layangkan surat mengenai kondisi ini ke Dinas Pertanian. Ya, seharusnya dinas perdagangan juga membuat aturan harga ideal dan maksimal, karena yang bisa mengatur dinas,” tutup Hari. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *