Pengemudi Perlu Antisipasi Bahaya Muncul dari Arah Berlawanan

ilustrasi (net)

epicentrum.id, JAKARTA – Mengemudi di jalan tol, memiliki risiko lebih tinggi untuk terjadi kecelakaan. Sebab, lajunya lebih kencang dari kendaraan yang melintas di jalan raya.

Salah satunya, seperti yang terjadi beberapa waktu lalu. Sebuah bus menyeberang jalur dan menghantam kendaraan lain dari arah berlawanan.

Training Director Jakarta Defensive Driving Consulting (JDCC), Jusri Pulubuhu mengatakan, jika sedang berkendara di jalan tol dan melihat bahaya dari arah sebaliknya, maka hanya ada dua cara yang bisa dilakukan pengemudi.

“Cuma ada dua cara kalau lagi menyetir dan ada mobil menyeberang, menghindar dengan aman atau memperlambat laju hingga berhenti,” ujar Jusri saat dihubungi VIVA, Rabu 19 Juni 2019.

Belajar dari kasus kecelakaan bus di Cipali, maka pengemudi bukan hanya harus berkendara dengan tertib, dan memiliki rasa empati kepada sesama, namun harus bisa melakukan antisipasi bahaya yang datang.

Antisipasi bisa dilakukan, dengan mengecek area kendaraan melalui lirikan ke arah spion saat mengemudi. Bahaya yang menyebabkan kecelakaan bisa datang dari berbagai arah, depan, belakang, samping kiri dan kanan, bahkan dari bawah dan atas.

Dalam persepsi masyarakat awam, kata dia, bahaya umumnya hanya datang dari belakang, depan, sisi kiri dan kanan saja.

“Antisipasi sebelum masalah atau bahaya datang, kalau sudah ada masalah, maka harus bisa juga melakukan tanggap darurat. Nah, pengemudi harus mengerti apa yang dilihat, dan mengerti tindakan yang dilakukan,” tuturnya. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *