Segera Tinggalkan Bayern, Robben Belum Tentukan Destinasi Berikutnya

epicentrum.id – Satu hal yang sudah pasti adalah Arjen Robben akan meninggalkan Bayern Muenchen pada akhir musim ini. Akan tetapi, pemain asal Belanda itu belum menentukan apa yang akan dilakukannya setelah pergi dari Bayern.

Robben telah memperkuat Bayern selama sepuluh tahun dan kini di usia yang ke-35 dirinya tengah bimbang. Meskipun telah dikait-kaitkan dengan kepindahan ke Internazionale dan klub masa kecilnya, Groningen, Robben tetap belum mengambil keputusan apa-apa.

“Aku terlambat membuat keputusan karena cedera yang kualami. Yang terpenting sekarang aku bisa kembali ke lapangan dulu,” kata Robben yang sudah absen membela Bayern sejak November tahun lalu dan baru kembali dua pekan lalu dalam laga menghadapi Hannover 96.

“Ini bukan keputusan mudah. Jika kamu memutuskan akan terus bermain, kamu harus menemukan tempat yang benar-benar pas, bukan cuma soal sepak bolanya, tetapi juga untuk keluargaku,” tambah Robben.

Di usianya yang ke-35, Robben tak lagi bisa dibilang muda. Dia pun mengakui bahwa gantung sepatu bukan hal mustahil. “Mungkin saja, tetapi aku tidak tahu apakah itu akan terjadi atau tidak,” ujarnya.

Meski destinasinya belum jelas, ada satu hal yang sudah diputuskan Robben sejak sekarang. Mantan pemain Chelsea dan Real Madrid itu berkata apabila di masa depan nanti berhadapan dengan Bayern dan mencetak gol, dia tetap akan melakukan selebrasi.

“Semua orang ‘kan berbeda, ya. Bukan bermaksud apa-apa, tetapi aku pikir konyol saja kalau ada pemain yang tidak melakukan perayaan saat mencetak gol ke gawang mantan klubnya. Sepak bola, ya, sepak bola,” katanya.

Selama sepuluh musim memperkuat Bayern, Robben bermain di lebih dari 300 pertandingan dan sanggup mempersembahkan 18 gelar baik domestik maupun kontinental. Pada Sabtu (18/5/2019), dalam laga terakhirnya di Allianz Arena, Robben berpeluang menambah jumlah gelarnya menjadi 19.

Robben dengan medali juara Liga Champions 2013. Foto: AFP/Patrik Stollarz

Jika menang atas Eintracht Frankfurt, Bayern akan menjadi juara Bundesliga musim ini. Robben mengaku bahwa memikirkan pertandingan tersebut dan prospek menjadi juara membuatnya merinding.

“Meraih gelar juara di hari Sabtu, setelah 10 tahun, di depan 70 ribu orang di Allianz Arena. Tak ada yang lebih menyenangkan daripada itu. Pertandingan nanti akan sangat spesial. Aku sudah memutar skenario itu tiga kali di kepalaku. Siapa tahu? Mungkin saja aku bisa main 90 menit dan mencetak dua gol,” ucap Robben yang sejauh ini telah mengoleksi 98 gol Bundesliga.

Dengan sumbangsihnya yang demikian besar, Robben telah sah untuk disebut sebagai legenda Bayern Muenchen. Akan tetapi, ketika pindah dari Real Madrid pada 2009 lalu dia tidak pernah mengira bisa meraih status tersebut.

“Itu adalah langkah sulit buatku. Aku ingin menjadi juara Liga Champions tetapi saat itu kemungkinannya kecil di Bayern,” kenang Robben.

Empat tahun berikutnya, Robben akhirnya berhasil memenuhi impiannya tersebut. Menghadapi Borussia Dortmund di final 2013, dia mencetak gol kemenangan Die Roten.

Bagi Robben, keberhasilan itu punya arti penting karena setahun sebelumnya dia menjadi pesakitan. Menghadapi Chelsea di final 2012, Robben gagal mengeksekusi penalti yang membuat gelar Liga Champions melayang. Kegagalan itu membuatnya jadi sasaran kemarahan suporter, tetapi setelahnya Robben dianggap sebagai pahlawan sampai sekarang.

“Bagiku, apresiasi dari para suporter, tak cuma sebagai pesepak bola tetapi juga sebagai manusia, lebih berarti daripada sekadar memenangi gelar,” tutup Robben.

Adapun, selain Robben, ada dua pemain senior Bayern lain yang dipastikan akan hengkang pada akhir musim. Mereka adalah Franck Ribery dan Rafinha. (kumparan)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *