Sensasi gurih sate ayam kuah kuning khas Tegal

Suasana dan menu di warung Sate Ayam margasari, Tanjung Duren Raya, Jakarta, Kamis (04/04). (kontan/Fransiskus Simbolon)

epicentrum.id, JAKARTA – Sate ayam sudah tak asing di lidah orang Indonesia. Menu berupa potongan daging ayam yang ditusuk pada lidi ini cukup mudah dijumpai, baik di kaki lima hingga kelas restoran. Umumnya sate disajikan dengan saus kacang yang rasanya manis.

Tapi, berbeda dengan yang ditawarkan kedai sate ayam Margasari Pak Misbach di Tanjung Duren, Jakarta. Di sini, sate ayam disajikan dengan kuah kental berwarna kuning plus topping bawang goreng. Sepintas mirip sate padang. Tapi, kuningnya lebih cerah.

Begitu tersaji, paduan kuah berwarna kuning dan sate yang kecoklatan terlihat cantik, menggugah selera. Saat mendarat di lidah, empuknya daging ayam dengan rasa sedikit manis berpadu dengan rasa gurih dari kuah kuning. Lezat!

Di setiap tusuk sate, ada lima hingga enam potongan kecil daging ayam. Yang istimewa, tak ada bagian lemak dan kulit.

Sedikit rasa manis pada daging berasal dari kuah kuning yang berubah menjadi seperti karamel saat sate dipanggang di atas bara api. Memang, selain sebagai pelengkap penyajian, kuah kuning juga digunakan untuk membalur sate saat dipanggang. Kuah kuning dibuat dari santan yang ditambah sedikit tapioka sebagai pengental.

Selain perpaduan rasa gurih dan manis, harum aroma rempah memenuhi indera penciuman dalam setiap kunyahan.

Pak Misbach, si empunya kedai, buka rahasia, aroma sedap rempah itu berasal dari bawang merah, bawang putih, ketumbar dan pala yang dihaluskan dan ditambahkan dalam kuah kuning. Aroma rempah ini juga membuat kuah tak berbau langu, walaupun kuah diberi perasan kunyit sebagai pewarna. Kuah kuning ini ciri khas sate margasari. Hanya ada di Tegal, tutur pria 59 tahun ini.

Kata Pak Misbach, sate kuah kuning ini awalnya merupakan menu makan keluarga hasil kreasi orangtuanya. Mulai 1985, keluarganya membuka kedai sate ayam Margasari di Tegal. Sekarang, sate ayam ini telah menjadi salah satu sajian khas di Tegal. Nama margasari diambil dari nama kecamatan tempat keluarga Pak Misbach berasal.

Menu khas Tegal

Selain sate ayam, Pak Misbach juga menyediakan sate kambing. Daging yang digunakan khusus kambing usia tiga bulan, sehingga tak alot. Bumbu dan kuahnya, sama seperti sate ayam.

Karena hanya menggunakan ketumbar dan sedikit pala pada kuah kuning, sate ini tak terasa pedas. Anda yang suka pedas jangan khawatir. Kedai ini menyediakan potongan cabai dan kecap manis.

Kalau hanya ingin ngemil, tersedia menu khas Tegal lainnya, seperti lengko dan tahu pletok. Lengko ini mirip ketoprak. Potongan tahu berukuran dadu dan tauge rebus diberi bumbu saus kacang tanah dan gula merah. Bedanya ada tambahan nasi dan kerupuk mi.

Sementara tahu pletok berupa kombinasi tahu dan aci yang digoreng. Camilan ini mirip batagor (baso tahu goreng). Tahu pletok lebih nikmat disantap saat hangat. Tersedia cocolan sambal kecap dengan irisan cabai, jika menyukai rasa pedas.

Kenyang menyantap sate atau camilan, Anda bisa melepas dahaga dengan segelas wedang uwuh. Teh ini kental aroma rempah seperti sereh.

Kendati usia kedai ini terbilang baru di Jakarta, namun pembelinya sudah mulai tersebar. Pak Misbach mengaku, pembeli yang datang tak hanya dari sekitar Tanjung Duren. Ada pelanggan yang sengaja datang dari Kelapa Gading dan Tangerang. Bahkan, baru-baru ini ada turis Korea yang sengaja ke sini, cerita dia.

Dalam sehari, Pak Misbach bisa menjual menu utama sate ayam sekitar 50 porsi plus sate kambing rata-rata 15 porsi. Menurut dia, pesanan sate ayam lebih banyak karena umumnya orang lebih suka makan ayam ketimbang kambing.

Kedai ini biasanya ramai pengunjung pada jam makan siang. Jadi, kalau mau leluasa, Anda bisa berkunjung pada sore atau malam hari. Kedai ini mulai buka pukul 10.00 dan tutup pukul 21.00 WIB.

Jika tak mau repot, sate buatan Pak Misbach juga bisa dipesan melalui ojek online. Harga , satu porsi sate ayam margasari isi 10 tusuk sate dibanderol Rp 30.000. Sedangkan satu porsi sate kambing isi 10 tusuk dihargai Rp 70.000. Kalau ingin lebih kenyang, Anda bisa menambah seporsi lontong atau nasi yang harganya Rp 7.000.

Untuk camilan seperti lengko harganya Rp 15.000 per porsi. Satu porsi tahu pletok isi lima harganya Rp 20.000. Sedangkan satu gelas wedang uwuh dibanderol Rp 15.000.

Harga satu porsi sate margasari ini memang lebih mahal dibanding rata-rata harga sate bumbu kacang. Toh, Pak Misbach tetap percaya diri bisa bersaing. Pembeli saya itu mengutamakan kualitas dan rasa, imbuh dia.

Sate Ayam Margasari Pak Misbach (Kedai 686)
Jl. Tanjung Duren Raya No.686, Tanjung Duren, Jakarta

(kontan)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *