Walau Pindah Ibukota, 570 Triliun untuk Pembangunan Jakarta Tetap Ada

epicentrum.id – Rencana pemindahan ibu kota tidak akan menggangu Pembangunan di wilayah Provinsi DKI Jakarta.

Demikian ditegaskan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan (Nasional Bappenas), Bambang Brodjonegoro.

Bambang mengaku sudah melibatkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengenai rencana hal ini. Dari perbincangan dengan Anies, Bambang menegaskan bahwa ibu kota baru bukan menciptakan Jakarta kedua, atau kota yang menjadi pusat segalanya sebagai pengganti Jakarta.

Menurut Bambang, Anies juga sempat meminta kepastian mengenai anggaran Rp 570 triliun yang dijanjikan pemerintah pusat untuk pembangunan integrasi transportasi Jabodetabek. Bambang pun mengaku anggaran itu tetap akan dikucurkan.

“Kita akan tetap mendukung, saya sudah bicara dengan Pak Anies. Kita sudah bicara dan kita akan bantu memfasilitasi yang Rp 570 triliun, yang tentunya tidak semua akan mengandalkan APBN,” ungkapnya di kantornya, Selasa (30/4/2018).

Bambang mendorong keterlibatan swasta dan perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) untuk secara lebih aktif dan massif membangun Jakarta. Menurutnya, Jakarta tetap harus dikembangkan sebagai salah satu destinasi tujuan urbanisasi.

“Karena Indonesia butuh urbanisasi. Kita butuh menambah urbanisasi di Indonesia karena tiap 1% urbanisasi akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi secara global 3%. Itu di dunia, di Asia Timur 2,7%. Jadi sedikit di bawah standar dunia. Indonesia cuma 1,4%,” paparnya.

Dengan demikian, setiap 1% urbanisasi berlangsung di RI, maka dampaknya tercipta pertumbuhan ekonomi sebesar 1,4%. Prosentase yang lebih rendah dibandingkan perhitungan global ini tidak lepas dari masih buruknya layanan dasar dan infrastruktur perkotaan, terutama sektor transportasi.

“Jadi mau gak mau apa yang diusulkan Gubernur DKI, dan juga wali kota 10 kota besar yang nanti akan jadi metropolitan di Indonesia, itu akan kita dukung.”

“Karena kita ingin kota ini menciptakan sumber pertumbuhan, dan kita butuh pertumbuhan ekonomi dari mana pun sumbernya, termasuk dari wilayah perkotaan. Jadi tidak usah khawatir,” tandasnya.

Bambang kembali menegaskan bahwa telah meyakinkan Anies. Adapun peran ibu kota baru nantinya hanya sebatas pusat pemerintahan.

“Yang kami lakukan adalah ibu kota baru ini hanya untuk pusat pemerintahan dan bisnis yang mendukung pusat pemerintahan. Kita tidak desain kota itu menjadi pesaing Jakarta,” serunya.

“Artinya ibu kota baru ini hanya sebagai pusat pemerintahan dan Jakarta tetap didorong sebagai pusat ekonomi dan bisnis,” pungkasnya. (cnbc)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *