Petugas KPPS Terus Berguguran, Khalid Zabidi: Duka Kita Pada Para Korban Yang Telah Wafat

Khalid Zabidi, aktivis 98 dan dosen Universitas Paramadina (epicentrum.id)

 

epicentrum.id, JAKARTA – Desain pemilu serentak telah merenggut 230 korban jiwa para petugas KPPS di seluruh Indonesia, jumlah korban tersebut mungkin bisa terus bertambah lagi. Dengan perincian data dari KPU  per Jumat 26 April 2019, jumlah anggota wafat sebanyak 230 dan sakit 1.671. Total petugas KPPS yang meninggal dunia dan sakit berjumlah 1.901 orang. Menurutnya, jumlah ini masih akan terus bertambah.

Korban petugas KPPS yang terus berguguran menjadi polemik di masyaraka, terutama terkait ketidakbecusan KPU periode pemilu kali ini dalam menyelenggarakan proses pemilu yang baik. Sebagaimana diungkapkan oleh Khalid Zabidi, aktivis 98 dan dosen Universitas Paramadina.

“Duka kita pada para korban yang telah wafat,” ujarnya kepada epicentrum.id, Sabtu (27/4/2019).

Lebih lanjut dirinya mengungkapkan fenomena ini sebagai sebuah tragedi nasional yang memprihatinkan.

“Keadaan ini bisa disebut sebuah tragedi nasional, kita sangat prihatin dan berduka, peristiwa ini bisa dikatakan sebagai sebuah bencana yang merenggut korban ratusan jiwa manusia dalam satu perhelatan pemilu serentak yang menguras tenaga dan bahkan pada prakteknya dilapangan kegiatan melebihi kapasitas fisik para petugas,” demikian ujar Khalid Zabidi.

Menurut Khalid, proses pemilu harus dievaluasi dan mengusulkan agar pemilu berikutnya tidak terjadi lagi.

“Tentu, pelaksanaan pemilu serentak ini harus dievaluasi pada pemilu mendatang untuk tidak dilakukan serentak dan saat ini harus ada upaya bersama untuk melakukan tanggap bencana pemilu yang telah merenggut ratusan korban jiwa petugas KPPS,” pungkasnya. (tim liputan)

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *