Persis: Pemilu 2019 Harus Dievaluasi

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zainuddin

epicentrum.id, JAKARTA – Petugas Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) pemilu yang meninggal dunia saat menjalankan tugas di lapangan telah mencapai seratusan lebih. Sedangkan 500 orang petugas lapangan harus mendapatkan perawatan di berbagai rumah sakit.

Tak hanya itu, masalah-masalah yang muncul pasca penghitungan surat suara juga menimbulkan ketegangan di tengah masyarakat. Pasalnya, Rp25 triliun dana pemilu kali ini hanya menghasilkan ketidakpastian, kecurangan, kebohongan, dan perpecahan diantara sesama anak bangsa. Bahkan, patut diduga kecurangan itu dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan massif.

Wakil Ketua Umum Persatuan Islam (Persis), Ustadz Jeje Zainuddin menilai bahwa sistem pemilu ke depannya harus dievaluasi. Hal itu ditengarai oleh banyaknya korban berjatuhan di kalangan petugas TPS dan berbagai isu disertai ketegangan merebak di tengah masyarakat.

“Kemarin waktu pertemuan di Wapres kita sepakat memberi masukan agar evaluasi sistem pemilu ini. Ternyata pemilu ini ‘telah menzholimi para pelaksana di bawah’,” katanya di gedung Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII), Jakarta Pusat, Kamis (25/04).

Dia menekankan, pembahasan evaluasi itu apakah serentaknya khusus pilkada dan pilpres, atau pileg saja. Sehingga, memudahkan penghitungan dan mengurangi resiko kelelahan dalam pekerjaan para petugas pemilu.

Dia melanjutkan, ditambah lagi dengan tensi politik yang sangat tinggi dalam pilpres ini.

“Tensi Pilpres beda dengan waktu pileg. Saya kira maka catatannya, mau tidak mau pemilu yang akan datang harus ada revisi tentang pelaksanaan pemilu,” katanya. (indonesiainside)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *