Tiang Listrik di Papua Barat Cuma Hiasan, Nggak Ada Setrumnya

Anggota DPR Fraksi Golkar Robert Kardinal (Foto: Dok. Pribadi)

epicentrum.id, JAKARTA – Anggota DPR Fraksi Golkar Robert Kardinal kecewa berat dengan kondisi kelistrikan di Papua Barat. Kata dia, kondisinya sangat jauh dari harapan. Banyak tiang listrik di perkampungan di Papua Barat hanya menjadi hiasan. Tidak ada aliran listrik di sana.

“Saya sudah 6 bulan keliling di Papua Barat sampai ke perkampungan. Di Papua Barat ini, banyak berdiri tiang listrik, kabelnya ada, tapi setrumnya tidak ada. Apa itu cuma hiasan?” tanya Robert, kemarin.

Kondisi tersebut, sambung Robert, berbanding terbalik dengan fasilitas-fasilitas yang diterima para petinggi PLN di sana. “Saya lihat tiap hari di Kota Sorong, manajer-manajer PLN disiapkan fasilitas-fasilitas bagus, speedboat yang mahal. Tapi, kerjanya apa? Nihil,” omelnya.

Dalam pantauan Robert, tiang-tiang listrik di perkampungan di Papua Barat sudah berdiri selama dua tahun lebih. Tiangnya kokoh-kokoh dan berjejer di sepanjang jalan. Namun, hingga kini dibiarkan menganggur begitu saja. Dia pun bertanya-tanya ke PLN, mengapa kondisi ini dibiarkan.

Padahal, tambah Robert, perintah Presiden Jokowi sudah jelas, masalah listrik di Papua harus dituntaskan. Papua dan Papua Barat harus menikmati listrik yang cukup seperti daerah lain. Sayangnya, perintah Presiden Jokowi ini tidak dilaksanakan dengan baik.

“Di bawah, pengawasan tidak ada. Tiang listrik ada tapi jaringan listriknya tidak ada. Itu banyak di Papua Barat. Mulai dari Sorong, Pulau Ram, Pulau Yeffman, Pulau Wailiam, dan Bintuni. Hampir semua kabupaten/kota di Papua Barat begitu,” bebernya.

Dia pun meminta Pemerintah turun langsung ke Papua Barat untuk melihat kondisi kelistrikan di sana. Sebab, ketiadaan listrik di beberapa wilayah di Papua Barat sangat merugikan masyarakat. Para pelajar juga ikut kena imbas.

Kata Robert, gara-gara tidak ada listrik, program Pemerintah dalam menjalankan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) terhambat. Masih banyak sekolah di Papua-Papua Barat melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Pensil (UNBP).

“Di Sorong saja, yang merupakan kota paling modern di Papua Barat, masih sering mati lampu lho. Bagaimana anak-anak kita mau ujian nasional menggunakan komputer kalau listrik saja masih byar-pet,” cetusnya.

Robert memastikan, pernyataannya tidak melebih-lebihkan. Jika ada pihak yang tidak percaya, Robert siap menunjukkan lokasi-lokasi yang kondisi kelistrikannya parah.

Anggota Komisi IV DPR ini menambahkan, selama kunjungan di Papua Barat, masalah listrik ini menjadi yang paling banyak dikeluhkan masyarakat. Sampai-sampai, Robert menjadi korban sasaran warga yang kecewa karena ketiadaan listrik di daerahnya.

“Saya bahkan sampai dimarah-marahi sebagai anggota DPR dapil Papua Barat karena dianggap tidak bisa berjuang. Percuma di Pusat (DPR) tapi tidak ada hasil buat masyarakat sana. Tiang listrik ada, tapi setrumnya tidak ada,” ucapnya. (rm)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *