Ini Sebab KRL Cikarang-Bekasi-Manggarai Terganggu Sampai Lusa

epicentrum.id, JAKARTA – Jalur Dwiganda atau Double Double Track/DDT segmen Jatinegara-Cakung sepanjang sembilan kilometer, hari ini, Jumat 12 April 2019, resmi dioperasikan Kementerian Perhubungan. Akibat dari itu, jalur kereta rel listrik atau kereta commuter dari Stasiun Manggarai ke Stasiun Bekasi, diperkirakan bakal sedikit mengalami gangguan.

Vice President Corporate Communication PT Kereta Commuter Indonesia (KCI), Anne Purba menjelaskan, gangguan tersebut disebabkan adanya kegiatan pemindahan jalur atau switchover untuk menyesuaikan penggunaan DDT bagi Kereta Api (KA) jarak jauh dan KA Lokal, sedangkan jalur eksisting untuk kereta commuter.

Dia memperkirakan, karena adanya penyesuaian jalur tersebut, perjalanan masyarakat menggunakan kereta commuter akan mengalami gangguan keterlambatan satu sampai dua hari keterlambatan dengan waktu keterlambatan sekitar 15 sampai 30 menit.

“Iya, kita mau sampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya, tetapi kita harus positif menyambut DDT ini. Kalau misalnya hari ini sampai besok. kita masih mengurai antrean ini untuk masa depan kita loh kalau ini sudah 17 tahun dikerjakan dan hari ini merupakan sejarah,” kata dia, saat ditemui di Stasiun Jatinegara, Jakarta, Jumat.

Meski begitu, dia memastikan, setelah dua hari penyesuaian penggunaan jalur tersebut selesai. Nantinya. perjalanan masyarakat dari maupun menuju Stasiun Manggarai dan Stasiun Bekasi akan kembali normal sebagaimana biasanya.

“Kita berharap, secepatnya tidak lebih dua hari itu sudah normal. Tapi gini loh, perjalanan KRL untuk di Jakarta saja hampir seribu, untuk menyesuaikan, jadi utamakan keselamatan adalah prinsip kita. Jadi, kalau misalnya ada keterlambatan kami mohon maaf,” tegas dia.

Sebagai informasi, dengan adanya penyesuaian pengoperasian DDT tersebut, dua pintu perlintasan sebidang, yaitu yaitu JPL 52 di Pisangan Lama (Pasar Enjo) dan JPL 66 di Jalan Stasiun Cakung, Jakarta Timur, juga akan dilakukan penutupan demi keselamatan masyarakat karena bertambah lebarnya jalur kereta api.

Kemenhub bersama Pemerintah Kota Jakarta Timur, Pemerintah Kota Bekasi, Dinas Perhubungan dan Transportasi DKI Jakarta, Kepolisian Metro Kota Jakarta Timur, Kepolisian Metro Kota Bekasi, PT KAI Daop I PT KAI beserta intansi terkait lainnya telah berkoordinasi terkait hal ini. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *