Negara Darurat Khilafah?

oleh: Samsul hidayat, SH*

epicentrum.id – Dua sosok pensiunan jendral Wiranto dan Hendropriyono menyampaikan bahwa PILPRES 2019 adalah pertarungan Pancasila dengan Khilafah. Sebegitu daruratkah sepak terjang khilafah di Indonesia?

Apabila pertarungan itu benar apalagi sudah dalam taraf darurat, kenapa tidak segera berlakukan darurat militer batalkan pilpres dan segera tangkap capres/cawapres yang sedang menjalankan agenda khilafah?

Saya seorang Caleg dari partai pendukung pemerintah dalam memperjuangkan kemenangan tentu harus keluar masuk lapisan masyarakat diperkotaan maupun dipelosok pedesaan sekalipun, apakah benar faham khilafah telah menjadi ruh aktifitas masyarakat?

Kehidupan desa yang damai, putaran aktifitas sosial masyarakat yang dinamis, aktifitas ekonomi yang beragam, kerukunan antar umat beragama masih terjaga maka itulah kesan yang saya dapatkan. Dinamika politik lima tahunan memang menghangat tapi masih dapat dikatakan dalam taraf wajar terkendali.

Keriuhan, pertikaian dan saling menghujat lebih masif terlihat dalam kehidupan dunia maya, keras dan mencekam sedang dalam kehidupan nyata masih taraf dinamis. Gelombang reaksi perbedaan yang tidak lebih dari sebuah introspeksi masyarakat terhadap kondisi ekonomi, hukum belum menjadi panglima yang adil, perilaku korupsi yang semakin membudaya, upaya2 adu domba dikalangan umat beragama dll, harus dijawab oleh pemerintah dengan sebuah solusi yang lebih bijak dan cermat juga dapat menjawab.

Sebagai penganut Agama Islam merasakan Islam semakin terkotak, dikotak-kotakan dan semakin terancam dan tidak nyaman dengan stempel darurat khilafah dari kedua tokoh bangsa diatas. Kenapa justru seliweran lalu-lintas propaganda dan kebangkitan paham KOMUNIS yang semakin merajalela tidak menjadi kewaspadaan bapak?

Saya masih yakin masyarakat Indonesia semakin cerdas dan mencintai persatuan di NKRI. Mari hentikan propaganda saling mengancam perpecahan, biarkan masyarakat menjawab dan menentukan nasib bangsa yang besar ini dengan jabat tangan yang erat dalam perbedaan sekalipun.

Bapak/Ibu tokoh bangsa jadilah sebuah perisai yang sejuk bagi rakyat, rangkul dan belailah rakyatmu dengan kasih sayang, tidak ada yang perlu dilawan dari rakyat.

*Aktivis/Politisi sandal jepit

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *