Bupati Boalemo Tuding Golkar Tidak Pro Rakyat, Begini Kata Kader Golkar

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik. [foto: istimewa]

epicentrum.id, GORUT – Mencuatnya pemberitaan media terkait pernyataan Bupati Boalemo, Darwis Moridu di salah satu acara diduga menyebutkan Partai Golkar tidak pro-rakyat dan tidak mengampanyekan Jokowi selaku Calon Presiden (Capres) yang juga diusung Partai Golkar.

Bahkan dalam sambutannya juga disinyalir melakukan pembunuhan karakter terhadap Gubernur Gorontalo dua periode, Rusli Habibie dengan pernyataan yang tidak menyenangkan sebagaimana yang dilansir media online dm1.co.id, membuat kader partai berlambang pohon beringin geram.

Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) II Partai Golkar, Gorontalo Utara (Gorut), Hamzah Sidik, menyayangkan pernyataan Bupati Boalemo, Darwis Morido yang seharusnya tidak sepatutnya diucapkan seorang pemimpin, terlebih ucapan yang tidak pantas tersebut ditujukan kepada Gubernur Gorontalo dua periode yang juga Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi Gorontalo di hadapan masyarakat Desa Buti, Kecamatan Mananggu, Kabupaten Boalemo.

“Pernyataan tersebut menjadi politis, karena disampaikan Bupati Boalemo di hadapan internal kader PDIP dalam sebuah acara kampanye yang secara tidak langsung dapat memancing terjadinya vis a vis kader PDIP dan kader Partai Golkar yang menurut saya akan berpotensi mengganggu stabilitas politik, keamanan, serta ketertiban tidak hanya di Kabupaten Boalemo, namun juga di Provinsi Gorontalo secara umum dan hal ini kontra porduktif dengan demokrasi kita kalau sudah saling menyinggung institusi kepartaian,” ucap Hamzah Sidik yang juga Anggota Komisi I DPRD Provinsi Gorontalo, saat dikonfirmasi kabargolkar.com, Rabu (6/2).

Kendati dirinya belum menyaksikan video yang telah viral dan santer menjadi pemberitaan media di mana pernyataan Bupati Boalemo, mengacu pada perbuatan tidak menyenangkan terhadap kader Partai Golkar. Namun bila kebenaran atas pernyataan itu terbukti, maka dirinya meminta kepada Bupati Boalemo untuk dapat menyampaikan permohonan maaf secara terbuka.

“Sebagai Kader Partai Golkar yang menginginkan terciptanya hubungan harmonis antar partai politik di Provinsi Gorontalo, Saya mengultimatum Bupati Boalemo agar dalam jangka waktu 4 x 24 jam untuk segera meminta maaf secara terbuka kepada kami selaku kader Partai Golkar atas ucapan bahwa Partai Golkar tidak pro-rakyat dan ucapan bahwa Partai Golkar tidak mengampanyekan Jokowi. Jika dalam waktu tersebut Bupati Boalemo tidak meminta maaf, maka Saya dan juga jajaran Partai Golkar akan menempuh jalur hukum sesuai ketentuan Peraturan Perundang-Undangan yang berlaku, sebab bagi Saya ini sudah bukan urusan Bupati Boalemo dengan Gubernur Gorontalo, Rusli Habibie, melainkan urusan Bupati Boalemo dengan kader Partai Golkar,” tandas Hamzah Sidik. [tim liputan]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *