Sejauh Mana “Efek Ekor Jas” Beri Pengaruh Bagi Parpol

efek ekor jas

ilustrasi (net)

epicentrum.id Sejak Pemilu 2019 memulai periode kampanye, masyarakat sering mendengar istilah coattail effect, atau juga dikenal dengan efek ekor jas. Banyak pengamat mengatakan “efek ekor jas” di Pemilu 2019 akan memberikan berkah bagi partai politik.

Efek ekor jas juga menjadi pendorong sebuah parpol untuk berkoalisi dalam suatu kubu. PPP misalnya. Bergabung dalam koalisi yang mengusung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin. Karena berharap berkah ketokohan kedua sosok tersebut. Harapannya, calon pemilih akan menetapkan hatinya di PPP karena ikut mengusung Jokowi-Amin. Kira-kira seperti itu dasarnya, diakui atau tidak.

Selain itu, bergabung dalam koalisi menjadi alasan parpol untuk “bertahan hidup” agar dapat kembali berlaga pada Pemilu periode berikutnya. Semua parpol saat ini sedang fokus mengamankan nasib dengan mengkampanyekan partainya masing masing. Fokus berikutnya adalah memenangkan pasangan capres-cawapres yang diusungnya.

Efek ekor jas hanya untuk partai tertentu

Berdasarkan paparan beberapa hasil survei, ternyata hanya 3 partai yang mendapatkan berkah dari efek ekor jas.

Pertama adalah Gerindra. Partai ini diuntungkan karena bisa memperoleh berkah efek ekor jas dengan penambahan elektoral bagi partainya. Hal ini akibat lurus dari pencalonan Prabowo Subianto serta Sandiaga Uno sebagai pasangan Capres dan Cawapres. Keduanya diasosiasikan dengan Partai Gerindra. Berdasarkan hal tersebut, Gerindra diprediksi berada di posisi kedua dalam Pileg 2019.

Partai Gerindra akan bersaing memperebutkan posisi dua yang sejak reformasi ditempati oleh Partai Golkar.

Partai berikutnya yang juga memperoleh berkah efek ekor jas adalah Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan. Bahkan, partai berlambang banteng moncong putih ini memiliki potensi keluar sebagai juara dalam Pemilihan Legislatif 2019. Kuatnya asosiasi Jokowi terhadap partai ini menjadi alasan PDIP menempati urutan teratas.

Terakhir adalah Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Hal ini tidak lepas dari sosok  KH Ma’ruf Amin yang kuat diasosiasikan dengan Nahdlatul Ulama, dan notabene kebanyakan pemilih PKB berasal dari NU.

Partai lainnya membutuhkan pendongkrak dan kerja keras jika ingin lolos Pemilu tahun ini serta tetap bertahan di Pemilu berikutnya. Pemilu 2019 memang sangat keras untuk keberlangsungan partai politik saat ini.   (epicentrumnews)

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *