Parah! Keluarga Korban Tsunami Dimintai Uang Angkut Jenazah Jutaan Rupiah

Sejumlah keluarga korban tsunami Banten dan Lampung tengah mencari nama kerabatnya yang menjadi korban di RSUD dr. Dradjat Prawiranegara, Serang, Banten. [foto: bantennews]

epicentrum.id, SERANG – Pasca tsunami di sejumlah daerah di Kabupaten Pandeglang dan Serang, Provinsi Banten, serta Pulau Sabesi dan beberapa daerah lainnya di Provinsi Lampung yang menelan ratusan korban meninggal serta belasan ribu korban terluka, kini diperparah dengan munculnya kabar pungutan liar (pungli) yang dilakukan pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Dradjat Prawiranegara, Serang, Banten.

Pasalnya, berdasarkan pengakuan para keluarga korban yang jasad kerabatnya masih berada di RSUD tersebut justru dimintai sejumlah uang hingga jutaan rupiah oleh pihak rumah sakit.

Kejadian ini menimpa keluarga besar dari Sumatera Utara (Sumut) yang tengah berlibur di Pantai Carita, Pandeglang, Banten. Akibat tsunami, tiga anggota keluarga tersebut meninggal, yaitu Ruspita Simbolon dan Satria Sinaga, keduanya masih berumur 6 bulan, serta Timoty Simbolon, yang berumur 11 tahun.

Saat perwakilan keluarga, Badiman Sinaga akan mengambil jenazah dari RSUD dr Dradjat Prawiranegara Serang, ia dimintai uang. Tak pelak hal tersebut membuat Badiman kaget.

“Kalau yang membayar itu keluarga, sebagai keluarga kami tidak terima,” ujar Badiman, di Serang, Banten, Kamis (27/12).

Seperti dilansir detikcom, Badiman mengatakan, pihak rumah sakit meminta uang untuk tiga poin, yaitu mobil jenazah, formalin, dan pemandian jenazah yang totalnya ditaksir mencapai Rp 3,9 juta. Biaya untuk pemulangan jenazah tersebut tertera di dalam kwitansi.

Namun pengakuan tersebut dibantah Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Dradjat Prawiranegara Serang, Sri Nurhayati. Menurut Sri, pelayanan sudah maksimal dan optimal.

“Terhadap pembiayaan dan kuitansi yang beredar di media massa, kami tegaskan bukan kuitansi resmi RSDP. Hal itu di luar sepengetahuan manajemen dan direksi RSDP,” pungkas Sri. [detik]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *