Amien Rais Didesak Mundur dari PAN? Begini Penjelasannya

Amien Rais didesak mundur dari kursi Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) oleh para pendiri PAN. Hal ini dipicu lantaran sejumlah kader beralih dukungan capres cawpres Jokowi-Ma’ruf Amin dari paslon Prabowo-Sandi. [Foto: Independensi.com]

epicentrum.id, JAKARTA – Badai tengah melanda Partai Amanat Nasional (PAN) usai sejumlah kadernya beralih dukungan capres cawapres Prabowo-Sandi ke Jokowi-Ma’ruf Amin. Menyikapi hal tersebut, tak sedikit senior partai Islam itu mendesak Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais segera mengundurkan diri dari politik praktis, lalu menyerahkan PAN sepenuhnya ke tangan generasi penerus.

Hal itu dikatakan dalam surat terbuka yang mengatasnamkan lima pendiri PAN yaitu Abdillah Toha, Albert Hasibuan, Goenawan Mohammad, Toeti Heraty, dan Zumrotin. Kelimanya meminta Amien menempatkan diri sebagai penjaga moral dan keadaban bangsa serta memberikan arah jangka panjang bagi kesejahteraan dan kemajuan negeri.

Kelima pendiri PAN tersebut menilai ada lima alasan mengapa mereka meminta Amien mundur, pertama, dianggap semakin cenderung eksklusif serta tidak menumbuhkan kerukunan bangsa dalam berbagai pernyataan dan sikap politiknya.

Kedua, Amien dianggap bersimpati, mendukung, dan bergabung dengan politisi yang beraspirasi mengembalikan kekuatan orde baru ke kancah politik Indonesia padahal Amien merupakan tokoh reformasi yang ikut berperan dalam mengakhiri kekuasaan Orba.

Ketiga, kelimanya menilai Amien telah menjadikan agama sebagai alat politik untuk mencapai tujuan meraih kekuasaan.

Keempat, Amien sebagai ilmuwan ilmu politik telah gagal mencerdaskan bangsa dengan ikut mengeruhkan suasana dalam negeri dalam menyebarkan berita yang jauh dari kebenaran tentang kebangkitan PKI di Indonesia.

Kelima, menurut mereka, Amien sebagai orang yang berada di luar struktur utama PAN terkesan berat menyerahkan kepemimpinan PAN kepada generasi berikutnya dengan terus menerus melakukan manuver politik yang destruktif bagi masa depan partai.

Kelimanya menegaskan pernyataan sikap itu sebagai bagian dari penggagas dan pendiri PAN yang merasa bertanggung jawab dan berkewajiban membuat pernyataan bersama. Hal itu demi mengingatkan akan komitmen bersama pada saat awal pendirian PAN. [teropongsenayan]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *