Tsunami Anyer Akibat Vulkanik? Begini Pantauan Citra Satelit Anak Krakatau

Gumpalan awan menyembur saat terjadi letusan Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda, Banten (ANTARA FOTO/Weli Ayu Rejeki)

epicentrum.id, BANTEN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika menyatakan gelombang pasang di Anyer, Banten dan sekitarnya pada Sabtu 22 Desember 2018 bukan tsunami akibat aktivitas gempa tektonik, melainkan vulkanik.

BMKG menduga tsunami akibat aktivitas Gunung Anak Krakatau. Beberapa waktu terakhir ini, aktivitas Gunung Anak Krakatau memang meningkat.

Paling tidak, dalam pantauan citra satelit Planet Labs menunjukkan, aktivitas Anak Krakatau telah meningkat sejak Mei 2018.

Gunung tersebut digempur gempa tremor beberapa kali. Bahkan pada 3 Oktober lalu, dalam sehari Anak Krakatau meletus 156 kali.

Aktivitas meningkat gunung Anak Krakatau itu juga tercatat meningkat pada 23 Desember 2018, hari saat terjadinya tsunami di pantai Barat Banten. Beginilah citra Anak Krakatau dalam citra satelit Planet Labs sepanjang Mei 2018 sampai Desember 2018:

(viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *