Skandal Hibah Kemenpora Buka Aib Olahraga Nasional

Imam Nahrawi (©Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

epicentrum.id Berita penangkapan melalui OTT yang dilakukan oleh KPK di lingkungan Kemenpora menghiasi pemberitaan nasional. Belum reda pemberitaan tersebut, muncul berita lanjutan yang tidak kalah menghebohkan. Pada Rabu (19/12/2018), KPK mengeluarkan pernyataan terkait kasus ini. KPK menduga kuatnya keterlibatan Menpora Imam Nahrawi dalam kasus terkait skandal akal-akalan penyaluran dana hibah dari Kemenpora terhadap KONI tahun anggaran 2018.

baca: KPK Beri Indikasi Kuat Keterlibatan Menpora Terkait Skandal Hibah

Dugaan tersebut merujuk keterangan 9 orang yang ikut diseret KPK dalam OTT di Kemenpora. Kesembilan orang tersebut diantaranya tiga pejabat Kemenpora dan dua petinggi KONI. Kesemuanya telah menjadi tersangka gratifikasi dalam kasus tersebut. Lima tersangka, yakni diduga sebagai pemberi gratifikasi Ending Fuad Hamidy selaku Sekretaris Jenderal KONI, dan Jhonny E selaku Bendahara Umum KONI.

Sementara itu, diduga sebagai penerima gratifikasi, Mulyana selaku Deputi IV Kementerian Pemuda dan Olahraga, Adhi Purnomo selaku PPK sekaligus tim verifikasi Kemenpora untuk Asin Games 2018 dan kawan-kawan, serta Eko Triyanto selau Staf Kemenpora dan kawan-kawan.

Dunia olahraga sebagai sapi perah

Pengembangan kasus ini mengarah kepada sosok Kemenpora. Selama ini sosok Imam Nahrowi memang mendapatkan penilaian beragam. Banyak yang menilai sosok ini tidak mampu memajukan olah raga Indonesia. Penilaian miring itu sempat meredup karena kesuksesan Asian Games 2018. Namun, kasus skandal dana hibah meruntuhkan kepercayaan terhadap Imam Nachrowi.

Dunia olahraga Indonesia selama ini memang belum dapat memaksimalkan potensinya. Kepengurusan berbagai cabang olahraga selalu berbenturan dengan berbagai kepentingan di luar dunia olahraga. Entah itu kepentingan pribadi ataupun kepentingan partai politik. Para atlet tidak pernah mendapatkan perhatian yang semestinya. Jangankan atlet, para karyawannya pun tidak mendapatkan perhatian.

Karyawan KONI belum digaji

Yang semakin memilukan hati adalah pernyataan yang dikeluarkan oleh KPK.  Saut Situmorang mengungkapkan banyak pegawai Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) ternyata belum mendapat gaji selama lima bulan. Wakil Ketua KPK mnegatakan fakta ini terungkap setelah terbongkarnya skandal dana hibah Kemenpora. Saat ini, barang bukti yang telah disita diantaranya buku tabungan dan ATM dengan saldo Rp100 juta atas nama Mulyana selaku Deputi IV Kemenpora serta uang tunai sebesar Rp318 juta.

baca:  Parah! Pegawai KONI Belum Digaji, Pejabatnya Sibuk Korupsi Dana Hibah

Sungguh miris. Kemenpora dan KONI yang memiliki peran strategis melakukan pembinaan dan peningkatan prestasi atlet-atlet demi mewujudkan prestasi olahraga nasional, malah tidak dapat memperhatikan kesejahteraan pegawainya sendiri.

Yang lebih jahat lagi, karena memanfaatkan kewenangan untuk mengambil keuntungan dari dana operasional KONI.

Menurut KPK, pengajuan dan penyaluran dana hibah sebagai ‘akal akalan’ dan tidak didasari kondisi yang sebenarnya. Dana hibah sebesar Rp 17,9 miliar ini diawali dengan pengajuan proposal oleh KONI kepada Kemenpora terkait dana hibah tersebut. Bejatnya, sudah ada kesepakatan di awal antara pihak Kemenpora dan KONI. Kesepakatannya yaitu fee sebesar 19,13 persen  dari total dana hibah Rp17,9 miliar. Fee 19,13% ini bila dirupiahkan yaitu sebesar 3,4 miliar Rupiah. (epicentrumnews)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *