Tanggapi Poligami Ala PSI, Begini Kata Partai Islam Ini

Ketua Umum (Ketum) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy. [foto: partaippp.com]

epicentrum.id, MALANG – Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy menanggapi wacana soal larangan poligami yang digagas oleh Partai Solidaritas Indonesia (PSI) besutan Grace Natalie.

Pasalnya, jika lolos ke parlemen, PSI berjanji mendorong larangan bagi para pejabat dan aparatur sipil negara berpoligami.

“Kalau itu berlaku di partainya sendiri, silakan. Tetapi, ketika dia mengatakan ini akan dijadikan RUU. Ya sebuah RUU itu tidak boleh menyerang keyakinan, maka bagi saya sederhana saja, belajar dulu UU Parpol,” kata Rommy -sapaan akrab Muhammad Romahurmuziy di Malang, Senin (17/12).

Seperti dilansir vivanews, Rommy mengatakan, dalam UU Parpol material kampanye tidak boleh menyinggung agama tertentu. Poligami adalah ajaran yang diyakini dalam agama Islam. Ia mengatakan, Islam hadir untuk membatasi poligami. Sebab, di zaman para sahabat sebelum Islam turun para sahabat beristrikan 60 hingga 100 orang.

“Islam datang dengan semangat untuk membatasi (empat istri). Tetapi, Islam juga menakar kebijaksanaan masyarakatnya pada waktu itu, sehingga hadir meskipun dibatasi, tetapi ada jumlah tertentu yang kemudian dilabelkan,” ujar Rommy.

Rommy mengaku sebagai penganut monogami ia tak sepakat, jika ada larangan poligami. Menurutnya, mayoritas umat Islam di Indonesia adalah pelaku monogami. Meskipun syariat membolehkan berpoligami.

“Artinya, tidak merupakan sebuah penafsiran yang relatif maka janganlah keyakinan itu diserang. Karena, kalau kemudian nanti sebagian umat Islam menganggap, apalagi yang menyampaikan ini seorang yang bukan muslim misalnya. Itu akan jadi persoalan baru. Saya hanya mengingatkan saja, supaya ini menjadi yang terakhir,” tutur Rommy.

Sebelumnya, Ketua Umum PSI, Grace Natalie saat menggelar acara internal, yakni Festival 11 PSI bertajuk ‘Keadilan untuk Semua, Keadilan untuk Perempuan Indonesia’ di kota Surabaya, Jawa Timur, Selasa lalu, 11 Desember 2018, menyampaikan wacana soal larangan poligami.

“Jika kelak lolos di parlemen, langkah yang akan kami lakukan adalah memperjuangkan diberlakukannya larangan poligami bagi pejabat publik di eksekutif, legislatif, dan yudikatif, serta aparatur sipil negara,” kata Grace dalam keterangan resminya. [viva]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *