Kontroversi Poligami Ala Grace Natalie, Begini Kata Pengurus Partai Golkar

Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie membuat peryataan kontroversi terkait penolakan berpoligami bagi kader PSI. [foto: fajar]

epicentrum.id, SURABAYA – Pernyataan kontroversial Ketua Umum (Ketum) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Grace Natalie terkait larangan berpoligami rupanya mendapat banyak tanggapan dan komentar pro dan kontra dari masyarakat bahkan pejabat publik. Pasalnya, pernyataan tersebut disinyalir dapat merugikan salah satu gender.

Menyikapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Partai Golkar Provinsi Jawa Timur (Jatim), Zainuddin Amali (ZA) menanggapi pernyataan bekas wartawan televisi swasta nasional tersebut.

Menurut ZA, meski PSI merupakan partai politik seumur jagung, Partai Golkar bukan dalam posisi mengkritik kebijakan Grace terkait menolak poligami bagi kadernya. Pasalnya, Golkar yang sudah berdiri selama puluhan tahun ini dengan jelas berpedoman Pancasila.

“Pancasila sudah jelas butir-butirnya. Kita dipersilakan mengikuti ajaran agama masing-masing. Silakan melaksanakan sesuai keyakinannya,” katanya di sela-sela acara Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) se-Jatim di kantor DPD Partai Golkar, Minggu (16/12).

Pihaknya menegaskan, Golkar tidak menganjurkan poligami, tapi juga tidak akan menghalang-halangi orang yang akan berpoligami. “Yang pasti, jangan membuat aturan yang ternyata agama sendiri tidak melarangnya. Golkar menjunjung tinggi Pancasila,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Ketum PSI Grace Natalie menegaskan partainya menolak keras praktik poligami. “Poligami itu sebabkan ketidakadilan. PSI tidak akan pernah mendukung Poligami. Tidak ada kader, pengurus dan caleg PSI yang boleh mempraktikkan poligami,” tegas Grace saat acara Festival 11 di JX International Surabaya, Selasa (11/12/2018) malam.

“Bro dan sis rela tidak kalau ibu kita diduakan, adik perempuan dan kakak perempuan kita dimadu, lalu anak perempuan kita dijadikan istri kedua atau ketiga?” tanya Grace dan seluruh kader PSI kompak menjawab tidak.

Grace di depan kadernya juga curhat bahwa dirinya pernah diserang hoax atau kampanye hitam. “Saya pernah dibilang perek dan pelacur yang pimpin parpol. Bayangkan bagaimana perasaan suami dan anak saya. Ada juga caleg PSI bernama Susi Rizki yang dimasukkan dalam group WhatsApp pria hidung belang,” paparnya. [beritajatim]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *