Tindak Lanjuti Hasil Rekomendasi Kongres Kebudayaan 2018, Jokowi Siapkan Dana Abadi Rp 5 Triliun

Presiden Jokowi menerima perwakilan seniman dan budayawan, di Istana Merdeka (Photo/ Poskota)

Epicentrum.id, Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) didampingi Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Pratikno dan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy menerima perwakilan seniman dan budayawan, di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (11/12/2018) sore.

Dalam pertemuan itu, Jokow berharap bisa mendengar, berdiskusi, dan mendapatkan masukan-masukan mengenai strategi kebudayaan sebagai sebuah arah umum untuk kemajuan kebudayaan 20 tahun yang akan datang.

Presiden mengaku akan lebih banyak mendengar masukan dari seniman dan budayawan.

“Oleh sebab itu, sore hari ini saya persilakan. Saya akan banyak mendengar saja,” kata Presiden Jokowi.

Di antara seniman dan budayawan yang hadir dalam kesempatan itu tampak Gunawan Muhammad, Jaya Suprana, Nyoman Nuarta, Nungki Kusumastuti, dan Edy Sedyawati.

Dalam pertemuan itu Jokowi sepakat mengalokasikan dana abadi kebudayaan sebesar Rp 5 triliun tahun depan. Selain itu, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan juga akan menggelontorkan dana kebudayaan sebesar Rp 300 miliar.

Hal ini sesuai dengan rekomendasi Kongres Kebudayaan pada 9 Desember 2018. “Saya hanya melanjutkan (hasil) Kongres Kebudayaan yaitu perlunya diadakan dana abadi kebudayaan. Pak Jokowi mengatakan iya dan dimulai tahun depan Rp 5 triliun, lima tahun pertama,” ungkap penyair Goenawan Muhammad usai pertemuan itu.

Goenawan menjelaskan, dana abadi kebudayaan nantinya digunakan untuk pelatihan menari, puisi, maupun festival kesenian. Dia menyebut, Jokowi mencatat sejarah baru dengan mengalokasikan dana abadi kebudayaan.

“Dalam sejarah Republik Indonesia ini pertama kali. Jadi Pak Jokowi membangun membuat sejarah,” ujarnya.

Sastrawan Indonesia terkemuka ini mengatakan dengan adanya dana abadi kebudayaan, budayawan dan seniman tidak perlu lagi mencari anggaran dari pihak lain. Selama ini, seniman mengajukan permohonan dana kepada pihak tertentu sebelum pagelaran budaya dilaksanakan.

“Dulu ngemis-ngemis dan tidak dapat. Jadi Putu Wijaya bertahun-tahun kalau dia mentas dapat dari mana dia? Dia mentas minta sini minta sini, nah ini enggak boleh lagi,” jelasnya.

sumber: Poskota

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *