Rupiah Tetap Loyo Walau Diguyur Sejumlah Intervensi BI

ilustrasi (foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

epicentrum.id, JAKARTA –¬†Berdasarkan kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor, Rupiah berada di level Rp14.577 pada perdagangan Rabu 12 Desember 2018. Level itu menguat dari posisi Rp14.613 pada perdagangan Selasa 11 Desember 2018.

Pengamat Pasar Modal dari Asosiasi Analis Efek Indonesia atau AAEI, Reza Priyambada mengatakan, meski ada sentimen positif dari dalam negeri, namun hal itu tidak mampu membuat rupiah berbalik menguat dan cenderung kembali melemah.

“Sentimen positif dari langkah BI untuk mengerahkan semua amunisi intervensi. Mulai dari intervensi dan lelang DNDF, intervensi pasar spot dan pembelian SBN di tengah gejolak kondisi global, belum cukup direspons baik oleh rupiah,” kata Reza dalam pesan tertulisnya, Rabu 12 Desember 2018.

Bahkan, lanjut Reza, pernyataan Menteri Keuangan, Sri Mulyani, yang akan fokus pada enam hal dalam APBN 2019 pun nyatanya belum cukup direspons baik oleh rupiah.

Adapun keenam hal yang dimaksud Sri Mulyani itu adalah peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia, penguatan infrastruktur, peningkatan efektivitas perlindungan sosial, pelaksanaan agenda demokrasi, penguatan birokrasi yang efisien dan efektif, serta penanggulangan dan mitigasi bencana.

Rupiah dipengaruhi sentimen global

Sementara itu, pelemahan mata uang Indonesia ini juga turut dipengaruhi kondisi global. Seperti mundurnya Gubernur Bank of India, Urjit Patel, sehingga melemahkan rupee hingga berbalik menguatnya laju Euro.

Hal itu seiring pemberitaan langkah PM Inggris, Theresia May. Sebagaimana diketahui, May sedang mencari dukungan pada Uni Eropa untuk mengubah kesepakatan Brexit yang baru.

“Prediksinya, diperkirakan rupiah akan bergerak di kisaran 14.605-14.589. Meski dari dalam negeri cenderung bernada positif. Namun imbas perdagangan valas global membuat potensi penguatan rupiah tertahan dan cenderung dapat kembali melanjutkan pelemahannya,” kata Reza.

Apalagi, batas middle bollinger band telah terlewati. Dengan demikian akan membuka peluang penurunan. Diharapkan masih adanya sentimen positif, terutama dari dalam negeri yang dapat menahan pelemahan tersebut.

“Tetap waspadai berbagai macam sentimen dan waspadai adanya sentimen yang dapat membuat laju rupiah melemah kembali,” ujarnya. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *