La Nyalla Siap Potong Leher, Tim Prabowo: Caper Jangan Berlebihan

La Nyalla

La Nyalla Mahmud Matalitti. (foto: VIVA/ Eduward Ambarita)

epicentrum.id, JAKARTA – Figur La Nyalla Mahmud Mattalitti membuat heboh dengan sesumbar akan memotong lehernya bila calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto menang di Madura dalam Pilpres 2019. Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno pun menyindir manuver tersebut.

“Saya pikir pernyataan La Nyalla yang bilang siap potong leher ini anggap saja sebagai persembahan kepada Jokowi. Anggap saja ini sebagai hadiah, persembahan dari La Nyalla kepada Jokowi,” kata anggota advokasi BPN Prabowo-Sandi, Ferdinand Hutahahean kepada VIVA, Selasa malam, 11 Desember 2018.

Ferdinand menyindir LNM hanya sekedar cari perhatian atau caper dari Jokowi. Ia meminta LNM bicara rasional dan tak usah berlebihan. “Hal seperti ini tidak sepatutnya diucapkan hanya untuk mendapat perhatian dari Jokowi. Caper jangan berlebihan,” jelas politikus Demokrat itu.

Dia meminta agar La Nyalla lebih baik membuktikan dengan kinerja memenangkan Jokowi di Madura. Tak perlu melontarkan pernyataan yang tak etis.

“Kerja saja buktikan kalau di Madura Jokowi akan menang daripada mengumbar kalimat yang terkesan mendahului kehendak Tuhan. Tak elok dan tak patut,” tutur Ferdinand.

Kemudian, ia pun meminta agar LNM menarik ucapannya agar tak menjadi bumerang. Ia mencontohkan eks politikus Demokrat Ruhut Sitompul yang sesumbar akan potong kuping bila Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok kalah di Pilkada DKI 2017.

“Biar nanti tidak jadi bumerang seperti yang dialami Ruhut dulu saat Pilkada Jakarta yang janji potong kuping kalau Ahok kalah. Ditarik saja ucapan itu karena Jokowi kita prediksi akan kalah di Madura,” tuturnya.

La Nyalla berjanji balikkan keadaan

Sebelumnya, LNM berjanji ingin membalikkan keadaan untuk wilayah Madura yang dulu dimenangi Prabowo di Pilpres 2014. Dirinya nyatakan siap memenangkan Jokowi di Madura.

“Saya kan sudah ngomong potong leher saya, kalau Prabowo bisa menang di Madura. Orang di Madura itu dulu pilih Prabowo karena tidak ngerti, dikira Pak Jokowi ini PKI,” kata La Nyalla usai menyambangi kediaman Ma’ruf di Jalan Situbondo, Jakarta, Selasa 11 Desember 2018. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *