Indonesia Sambut Era Kendaraan Listrik

epicentrum.id, JAKARTA – Peluang Indonesia mengembangkan mobil listrik semakin terbuka.

Pembahasan payung hukumnya akan dipercepat agar bisa rampung tahun ini. Industrinya pun akan didorong mulai dibangun tahun depan.

Rancangan Perpres baru tentang kendaraan listrik di Indonesia saat ini memasuki tahap akhir, sedang menjalani proses pengecekan hukum secara internal. Saat ini, pemerintah bersama para peneliti masih melakukan kajian untuk pembuatan baterai tersebut.

“Jadi ini kan sederhana. Kunci utamanya kan baterai. Kalau ini sudah ada, dan kita bisa bikin murah, maka mobil listriknya lebih murah,” ungkap Menko Luhut Pandjaitan.

Pemerintah mendukung program mobil listrik. Bahkan, demi Mobil Listrik, Menko Luhut Sebut Bisa Beri Insentif Pajak 0%.

baca : Kembangkan Bisnis Bus Listrik, Bakrie & Brothers Sasar Ini

Bakrie & Brothers pun sangat serius menggarap peluang di industri ini. Melalui anak usahanya, Bakrie Autoparts, BNBR menjadi pemain bus listrik pertama di Indonesia. BNBR melalui anak usahanya Bakrie Autoparts bekerjasama dengan BYD Auto mendatangkan bus listrik buatan Cina. Nantinya, bus ini akan diproduksi 100% di dalam negeri.

“Kami launching pertama kali di IMF, sangat sukses, tidak mogok, dipakai full dua shift, lancar. Sehingga, sekarang kita sudah kebanjiran order,” kata Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar (5/12/2018).

Baca juga: Baru Diluncurkan, Bus Listrik Bakrie & Brothers Sudah Banjir Pesanan

Saat acara IMF di Bali, Komisaris Utama BNBR Anindya Bakrie Bahkan mengendarai langsung untuk menjajal kehandalan bus listrik tersebut.

Sambil menunggu Perpres rampung, Saat ini, Bakrie & Brothers telah melakukan sejumlah persiapan, agar pada awal tahun depan, banjir order bus listrik ini sudah bisa mulai dikerjakan.

Keseriusan ini memperlihatkan upaya Bakrie n Brothers mendukung industri yang mendukung kelestarian lingkungan.

Go Green, Yuk! (tim liputan)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *