Tersangkut Kasus Kosmetik Oplosan, Polisi Akan Periksa Nella Kharisma Dan Via Vallen

Nella Kharisma dan Via Vallen. sumber / Nakita.ID – Grid.ID

Epicentrum.id, Surabaya – Via Vallen dan Nella Kharisma, dua nama pedangdut tersebut tengah tersangkut kasus endorse kosmetik illegal. Pihak kepolisian Jawa Timur pun akan melakukan panggilan kepada keduanya untuk dimintai keterangan lebih lanjut, pekan depan.

Bukan hanya Via Vallen dan Nella Kharisma, tapi pihak polisi yang diwakili oleh Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera akan memanggil empat artis lainnya terkait dengan kosmetik oplosan yang berpusat di Kediri Jawa Timur. Inisial para artis lainnya seperti NR, MP, DK dan DJB.

“Nama – nama Artis itu sudah diketahui publik seperti Via Vallen dan Nella Kharisma. Kami akan memanggil satu persatu artis tersebut sebagai saksi, akan dimulai oleh Nella Kharisma dan artis lainnya menyusul,” terang Barung pada Kamis, (6/12/2018).

Via Vallen dan lima artisnya akan dimintai keterangan soal kosmetik endorse tersebut, apakah mengetahui jika barang tersebut sudah teruji dan masuk dalam daftar BPOM atau belum.

Barung menilai jika para selebriti itu menjadi salah satu penyebab masyarakat tertarik untuk menggunakan kosmetik illegal tersebut.

“Ada 18 ribu orang yang menjadi korban dari pemakaian kosmetik illegal tersebut, kenapa peminatnya banyak? Karena endorsenya artis, mereka jadi banyak yang berminat,”lanjut Barong.

Mengenai kasus kosmetik illegal yang menyeret nama Via Vallen dan Nella Kharisma, lewat kolom komentar, pelantun lagu Sayang itu telah memberikan tanggapannya. Melalui kolom komentar, Via yang ditanyai pendapatnya oleh salah satu netizen hanya bisa berpasrah diri.

“Itu gimana kabar di akun gosip itu? Kenapa nama kamu harus dibawa – bawa?” tanya netizen.

“Sudah dinikmati saja, Allah enggak akan kasih ujian di luar batas kemampuan manusia. Jadi selow aja,” jawab Via seperti yang kami kutip dari laman okezone, Kamis (6/12/2018).

Terbongkarnya kasus kosmetik illegal ini bermula dari pengaduan masyarakat, selanjutnya personel Subdit Tipditer Ditreskimsus Polda Jawa Timur kemudian melakukan investigasi mendalam.

Akhirnya ditemukanlah rumah produksi yang membuat kosmetik tersebut di Kediri. Rupanya tempat roduksi itu belum mempunyai izin dari BPOM.

Kabid Humas Polda Jatim, Frans Barung Mangera menyatakan bahwa ada praktik serta transaksi penjualan dengan label DSC yang dilakukan oleh seseorang bernama KIL. Menurut keterannya, KIL hanya sebagai pengelola dari produk tersebut.

Atas aktivitas tersebut, KIL kini berstatus tersangka dan ditahan di Subdit Tipditer Ditreskimsus Polda Jawa Timur.

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *