Baru Diluncurkan, Bus Listrik Bakrie & Brothers Sudah Banjir Pesanan

epicentrum.id, JAKARTA – PT Bakrie & Brothers Tbk, berkode saham BNBR, meluncurkan bus listrik di Indonesia. Bus ini adalah proyek kerja sama dengan pabrikan mobil listrik asal China, Build Your Dream Corp.

Melalui anak usahanya, Bakrie Autoparts, BNBR menjadi pemain bus listrik pertama di Indonesia.

Direktur Utama BNBR, Bobby Gafur Umar mengatakan, peluncuran bus listrik itu pertama kali dilakukan, saat perhelatan pertemuan tahunan IMF-World Bank di Nusa Dua, Bali. Pada saat itu, diutarakannya, bus listrik BNBR terbukti sukses melayani peserta yang beroperasi dua sif dalam sehari.

“Kami launching pertama kali di IMF, sangat sukses, tidak mogok, dipakai full dua sif, lancar. Sehingga, sekarang kita sudah kebanjiran order,” kata Bobby dalam Public Expose di Bakrie Tower, Jakarta, Rabu 5 Desember 2018

Meski begitu, ia melanjutkan, pihaknya masih menunggu Peraturan Presiden, terkait mobil listrik yang dikabarkan terbit dalam waktu dekat Menurutnya, beleid itu akan banyak mengatur insentif fiskal hingga insentif manufaktur.

Saat ini, pihaknya telah melakukan sejumlah persiapan, agar pada awal tahun depan, order bus listrik ini sudah bisa mulai berjalan.

“Mudah-mudahan benar, Desember selesai (Perpres), bulan Januari sudah mulai bisa jalan order-order ini,” kata dia.

Untuk target awal, lanjut Bobby, ada tiga lokasi yang akan menjadi fokus penyediaan bus listrik, di antaranya Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali.

Meski begitu, ia melanjutkan, pihaknya tidak menjual bus secara langsung kepada Pemda setempat melainkan sistem transportasi.

“Kita tidak jualan bus, tetapi kita juga siapkan sistem transportasi, jadi ada nilai tambahnya. Jadi, kita sediakan busnya, sediakan operator, pemeliharaan sampai dengan pendanaannya. Paket ini kita akan kerja sama dengan mitra operator yang kemarin sudah penjajakan,” kata dia.

Ditegaskannya, pihaknya tidak menjual bus sebagai unit melainkan melalui kontrak. Ia berharap, layanan baru ini akan menjadi terobosan baik bagi perusahaan.

“Jadi, kita enggak jual di depan. Misalnya, kontrak per hari 300 kilometer satu bus kita akan dibayar berdasarkan itu. Mudah-mudahan ini jadi terobosan, kita sebagai pemain pertama,” katanya. (viva)

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *