PKS Sebut Uji Wagub DKI Tak Relevan, Gerindra Bilang Begini

Gedung Balai Kota Pemprov DKI (Ari Saputra)

epicentrum.id, JAKARTA – PKS DKI Jakarta menganggap proses seleksi kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno tidak relevan. Gerindra DKI mengatakan seleksi melalui fit and proper test sudah disepakati bersama.

“Kan itu mekanisme yang sudah disepakati. Kenapa harus ada pakar, kan sudah kita omongkan dari awal,” kata Wakil Ketua DPD Gerindra Syarif saat dimintai konfirmasi, Rabu (21/11/2018).

Syarif mengakui perbincangan dengan PKS mengenai rencana fit and proper test dibahas dengan santai. Tapi dia mengatakan mekanisme pemilihan panitia hingga proses fit and proper test merupakan hasil kesepakatan bersama.

“Saya sih cuma mengatakan pernyataan Pak Taufik dalam suasana menurunkan ketegangan. Fit and proper pada umumnya seperti itu, kan nanti ada ngobrol santai nggak perlu tegang,” jelas Syarif.

Sebelumnya, PKS DKI Jakarta berubah pikiran terkait dengan fit and proper test cawagub DKI. PKS DKI menganggap proses seleksi kandidat wagub pengganti Sandiaga Uno itu tidak relevan.

“Jadi message yang kita sampaikan, fit and proper test tidak perlu, tidak relevan,” kata Ketua DPW PKS DKI Sakhir Purnomo saat dihubungi detikcom, Selasa (20/11).

Fit and proper test cawagub DKI disepakati dalam pertemuan antara jajaran Gerindra dan PKS DKI pada 5 November 2018. Menurut Sakhir, seleksi yang akan dilakukan hanya berbincang santai.

Karena itu, PKS DKI setuju. Sakhir lalu melaporkan soal seleksi itu ke DPP PKS. Pihak DPP juga menyepakati.

“Begini, karena waktu itu penjelasannya fit and proper test itu sebagaimana Pak Taufik (Ketua DPD Gerindra DKI) sampaikan, ngobrol bareng biasa saja. Saya ingat kata-kata Pak Taufik kok. Jadi gini, dia bilang gini, ‘Sudah, fit and proper test-nya nyantai, kayak ngobrol biasa, gini aja’,” papar Sakhir menirukan pernyataan Taufik. (detik)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *