Bupati Tetty Paruntu Siap Legalkan Vodka Cap Tikus

bupati tetty paruntu

Bupati Tetty Paruntu

Epicentrum.id, AMURANG – Industrialisasi minuman tradisional Cap Tikus punya potensi besar. Sulawesi Utara yang memiliki perkebunan aren seluas 5.907 hektare bakal menjadi sentral produk Vodka untuk anggota Association of Southeast Asian Nations (ASEAN/Asosiasi Negara Asia Tenggara).

Pemerintah Provinsi melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut mendukung pembangunan pabrik Vodka. Kepala Bidang Perindustrian, Disperindag Sulut, Benny Nonkan, mengatakan, pabrik Vodka akan dibangun di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).

Sesuai aturan tidak diperkenankan lagi mengeluarkan izin baru produksi minuman keras.

Namun, Vodka sudah memiliki izin sejak lama. “Itu izin lama, kalau tidak salah nama perusahaannya Cawan Mas di Tateli. Jadi nanti urus pindah alamat ke Minsel,” ujar Benny kepada tribunmanado.co.id, Rabu (21/11/2018).

Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu sudah setahun lebih bolak-balik ke Jakarta untuk mengurus perizinan pabrik Vodka yang berbahan dasar Cap Tikus.

Rencananya, pabrik akan dibangun di Desa Kapitu, Kecamatan Amurang Barat. Lahan lebih 5 hektare telah disiapkan.

“Kalau soal perizinannya sudah hampir selesai dan diurus di Jakarta. Kami berharap tahun 2019 pembangunannya sudah mulai jalan,” kata Bupati Tetty Paruntu, sapaan akrabnya, Senin lalu.

Pemkab Minsel menggandeng pelaku pengusaha dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Pemerintah juga bekerja sama dengan PT Cawan Emas untuk memproduksi Vodka khas Minsel.

Pabrik Vodka akan menjadi harapan baru bagi petani Cap Tikus.

“Saya ajak kerja sama para pengusaha ini. Mereka mau dan memiliki izin mengangkat Cap Tikus menjadi minuman khas yang legal. Akan menjadi satu kebanggaan jika Cap Tikus ini menjadi legal dan dapat dipasarkan sampai ke luar negeri,” kata Bupati Tetty Paruntu.

Meski saat ini, produk Cap Tikus masih bermasalah dengan hukum, Bupati Tetty Paruntu optimistis bisa mencarikan jalan keluar untuk melegalkan minuman khas itu.

“Dalam kesempatan ini saya sangat senang akhirnya selangkah lagi kita untuk melegalkan Cap Tikus,” katanya.

Kepala Dinas Perdagangan Minsel, Adrian Sumuweng mengungkapkan, pabrik Vodka akan memproduksi sebanyak 60 ribu sampai 100 ribu liter miras berlabel ini setiap bulan.

Pabrik ini akan membeli bahan baku Cap Tikus dari seluruh petani di Sulut.

“Kalau misalnya produksi petani kami (Minsel) hanya sampai 50 ribu liter maka kekurangannya akan dipasok dari petani di kabupaten tetangga seperti Minahasa, Minahasa Tenggara atau Tomohon,” kata dia, Rabu kemarin.

Kepala Dinas Pertanian Minsel, Franky Pasla mengatakan, pabrik Vodka merupakan ide dari Bupati Tetty Paruntu untuk mensejahterahkan petani.

PT Cawan Emas yang menjadi investor untuk produk ini. “Perusahaan ini menunjukan keseriusan dengan langsung meninjau lokasi pabrik waktu lalu,” kata Pasla.

Ia memberi jaminan minuman Vodka yang diproduksi PT Cawan Emas berkelas internasional. “Hasilnya akan dipasarkan di beberapa negara,” ujar dia.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Minsel, Robby Sangkoy menyambut baik rencana Bupati Tetty Paruntu mendirikan pabrik Vodka.

Menurut dia, rencana itu akan menjamin kesejahteraan petani Cap Tikus. Seharusnya, ia mengatakan, pabrik itu harus dibangun di provinsi. Mengingat petani Cap Tikus tidak hanya di Kabupaten Minsel saja.

“Kebijakan Ibu Bupati ini sangat baik dan idenya brilian. Dengan begitu petani akan makin terangkat ekonominya,” ujar Sangkoy, Selasa (20/11/2018).[Tribunmanado]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *