Berkat Baraya Eka Sastra, Supir Truk Pasir Dapat Menimba Ilmu di Taiwan

Eka Sastra bersama para mahasiswa peserta program beasiswa ‘Baraya Eka Sastra’ di Taiwan (19/11/2018)

epicentrum.idTAOYUAN CITY – Kiprah seorang legislator dapat dianggap memenuhi kesuksesan apabila ia dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Terutama, masyarakat di wilayah konstituennya. Eka Sastra, sebagai seorang legislator muda di DPR RI. Kader muda Partai Golkar, memegang posisi Sekjen di PP AMPG dan duduk sebagai anggota Komisi VI DPR RI Fraksi Partai Golkar.

Eka Sastra membagikan kisahnya, bagaimana dirinya membentuk Baraya Eka Sastra sebagai wadah untuk memberdayakan masyarakat. Daerah pemilihannya di Bogor dan Cianjur menjadi fokusnya. Membangun masyarakat. Melalui program beasiswa, Baraya Eka Sastra adalah contoh yang baik, bagaimana seorang legislator memberikan efek positif bagi perkembangan dan pembangunan konstituennya.

Ini adalah salah satu kisahnya. Dibagikan oleh Eka Sastra, ketika mengadakan kunjungan ke Taoyuan City, Taiwan untuk bertemu dengan para mahasiswa program beasiswa Baraya Eka Sastra, kepada epicentrum.id:

Namanya Dandi Septian, mahasiswa Chien Hsin University Science and Technologi Taiwan jurusan Elektro B yang berasal dari Kecamatan Bojongpicung, Kabupaten Cianjur. Dulunya adalah supir truk pasir di kampungnya, dandi tidak pernah membayangkan bahwa dia bisa melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi yaitu kuliah di universitas.

Baraya Eka Sastra

Dandi Septian (dilingkari biru)

Niat bantu orangtua bersambut kesempatan dari ‘Baraya Eka Sastra’ belajar ke Taiwan

Niat dia hanya ingin mandiri dan membantu orang tua. Sehingga dari kelas 2 ketika dia sekolah di salah satu SMK di Bojongpicung, Dandi pun membantu ekonomi keluarga. Ya, dengan menjadi kenek truk pasir. Kemudian, dia naik pangkat menjadi supir truk pasir. Sampai ketika dia memperoleh informasi melalui melalui media sosial tentang adanya program Baraya Eka Sastra.

Program itu mengenai 1000 beasiswa bagi siswa/i Kabupaten Cianjur dan Kota Bogor untuk mendapatkan pendidikan di Taiwan. Kemudian Dandi pun mencari informasi dan mendaftar untuk dapat merubah nasib melalui pendidikan.

“Saya sempat ragu untuk ikut, karena takut ketipu dan buat urus-urus kelengkapan seperti paspor, visa dan lain lain butuh uang juga kan. Alhamdulillaah Pak Eka menjamin kita semua untuk mendapatkan kemudahan-kemudahan dalam administrasi termasuk biaya awal kebutuhan kami, ” ungkap Dandi ketika bertemu saya di Taiwan.

Di luas sana, mungkin masih banyak Dandi-Dandi yang lainnya. Yang memimpikan dapat merubah nasib dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Alhamdulillah kini Dandi sudah menjadi mahasiswa di Taiwan. Dan, sebentar lagi akan segera bekerja di salah satu perusahaan teknologi di Taiwan. Sehingga, bukan hanya pendidikan yang dandi dapatkan. Mulai bulan depan Dandi bisa mengirimkan sedikit uang buat orang tuanya di Bojongpicung.

Kini Dandi bersama teman-temannya yang mengikuti program beasiswa ada sekitar 440 orang yang berasal dari Kabupaten Cianjur yang sedang menimba ilmu dan bekerja di Taiwan. Kita doakan agar mereka sehat selalu dan dapat pulang membahagiakan keluarga dan ilmunya yang didapat akan bermanfaat. (ekasastra)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *