Revitalisasi TIM, Anies Baswedan: Jakarta Harus Ada Dalam Radar Pusat Kebudayaan Dunia

Plaza pintu masuk Taman Ismail Marzuki, Cikini, Jakarta Pusat. (Photo/Abdul Hadi)

Epicentrum.id, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan anggaran senilai Rp 1,8 trilun untuk revitalisasi kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM).

“Jakarta harus kembali jadi pusat kebudayaan di Asia Tenggara. Jakarta harus ada dalam radar pusat kebudayaan dunia,” ujar Anies Baswedan di TIM seperti yang Kami kutip dari Koran Tempo Senin 12 November 2018.

Revitalisasi bakal dimulai tahun depan. Pemerintah DKI telah menyiapkan anggaran Rp 1,8 triliun dari APBD selama dua tahun, yakni 2019 dan 2020. Proses penyaluran dana itu akan dibagi dalam dua tahap, yakni yang pertama pada 2019 sebesar Rp 500 miliar dan pada 2020 sebanyak Rp 1,3 triliun.

Anies Baswedan menunjuk PT Jakarta Propertindo (Jakpro) sebagai pelaksana proyek revitalisasi TIM. Desainnya menggunakan karya arsitek pemenang sayembara 2007 silam. Gubernur Anies membentuk tim tersendiri untuk revitalisasi ulang TIM dalam Keputusan Gubernur Nomor 1018 Tahun 2018.

Biokop XXI akan Ditutup

Dalam rancangan revitalisasi TIM Cikini, Jakarta Pusat, arsitek Andra Martin, tak menyertakan bioskop XXI. Rencananya, bioskop itu tak akan ada lagi di kawasan TIM.

“Memang dulu kan tidak ada bioskop juga, jadi ingin dikembalikan fungsinya lah, tetap berjalan untuk kesenian,” ujar Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro di kawasan TIM, Jalan Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu malam, 10 November 2018.

Asiantoro menyampaikan, dalam rancangan barunya, lahan yang semula digunakan untuk bioskop itu akan berganti menjadi gedung panjang yang menjadi pusat aktivitas seni dan budaya.

Asiantoro menyampaikan salah satu bangunan yang akan berada di sana adalah Pusat Dokumentasi dan Sastra H.B. Jassin. “Ada tempat studio-studio untuk latihan, di bawahnya ada basement,” kata Asiantoro.

Namun, Asiantoro mengatakan belum mengetahui perjanjian detail soal sewa-menyewa gedung di TIM itu dengan pengelola bioskop XXI. Dia akan mempelajari dokumen perjanjian itu terlebih dahulu. “Saya gak tau bioskop itu dari kapan ada di sini, nanti saya cek lagi,” ujarnya.

Seniman sedang buat Lukisan Mural Penyair Legendaris Chairil Anwar disalah satu Pojok Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini. (Photo/Abdul Hadi)

Sedangkan untuk desainnya, PT Jakpro akan menggunakan rancangan arsitek Andra Martn. Dia merupakan pemenang sayembara rancangan TIM pada tahun 2007.

“Interior Planetarium akan dipertahankan, tapi eksterior akan dibuat dengan desain kami,” ujar Andra dalam video singkat yang diputar saat ulang tahun TIM.

Di rancangan yang Andra buat, parkiran kendaraan akan sepenuhnya berada di bawah tanah, sehingga TIM akan memiliki lapangan yang luas untuk para seniman berlatih. Selain itu, bioskop XXI yang berada di bagian belakang juga akan dihilangkan.

Anies mengatakan akan konsisten bekerja sama dengan seniman untuk membuat Jakarta memiliki ekosistem kesenian dan budaya yang baik, salah satunya dengan pembangunan ulang TIM. Anies ingin TIM menjadi simbol dari kebudayaan dan kesenian tersebut.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *