Heboh ‘Jokowi Raja’, PDIP Banyumas Copot Poster

Poster ‘Jokowi Raja’ beredar di Kabupaten Banymuas, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). [foto: vivanews]

epicentrum.id, BANYUMAS – Ajang kontestasi politik jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 kembali mengerutkan dahi masyarakat, khususnya di Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah (Jateng). Pasalnya, di salah satu jalan di daerah Banyumas terselip sejumlah poster Calon Presiden (Capres) nomor urut 01, Jokowi, bahkan dalam poster tersebut tertulis ‘Ayo Kita Bekerja Untuk Rakyat’ disertai gambar banteng dan PDI Perjuangan.

Seperti dikutip merdeka.com, kader PDI-P yang mengetahui adanya poster itu langsung mencopotnya. Ketua DPP PDI-P, Andreas Hugo Pareira pun berdalih tidak memasang beberapa poster yang terpampang jelas. Ia geram dengan beredarnya poster capres Jokowi mengenakan mahkota bak raja, di wilayah Banyumas.

Belum jelas siapa yang memasang poster tersebut. Andreas menduga poster itu dipasang oleh lawan politik Jokowi atau kelompok anti Jokowi.

“Jelas, Alat Peraga Kampanye ini datang dari kaum ‘anti Jokowi Presiden’. Ini adalah pola negatif campaign yang dikembangkan oleh lawan Jokowi untuk menurunkan citra diri Jokowi yang sedang bagus-bagusnya,” ungkap Andreas.

Tak membutuhkan waktu lama untuk menelusuri pemasang poster ‘Jokowi Raja’ di Banyumas. Setelah ditelusuri diketahui para pemasang ini dikoordinir warga Kabupaten Bumiayu. Budhi Setiawan selaku Ketua DPC PDI-P Banyumas bertemu dengan salah satu koordinator pemasang poster tersebut. Jasa pemasangan tersebut Rp 5.000 per poster.

“Basecamp-nya koordinator ini di Ajibarang. Untuk yang masang di setiap kecamatan mereka cari orang. Bayarannya Rp 5.000 per pemasangan,” kata Budhi Setiawan.

Pemasangan poster Presiden Joko Widodo bergaya ala raja diduga sengaja dibuat untuk mendegradasi citra capres nomor urut 01 ini. Kini, PDI-P tengah menjalankan penyelidikan terkait siapa pihak yang memasang poster.

“Dugaan sementara kami, ada pihak yang ingin mendegradasi citra diri Pak Jokowi,” tambah Ketua DPP PDI-P Hendrawan Supratikno.

Partai berlambang banteng moncong putih ini tak ingin terburu-buru mengambil langkah politik dan memilih melakukan investigasi mengenai pemasangan poster ‘Jokowi Raja’ di Banyumas. PDI-P masih menelusuri siapa dan motif dari pemasangan poster tersebut.

“Belum (melaporkan). Ini kan partai yang berusaha untuk mengibarkan politik pencerahan dan pencerdasan. Jadi enggak boleh grusak grusuk. Semua kan harus hati-hati. Kita tidak boleh su’uzon, kita tidak boleh menuduh sembarangan tanpa verifikasi yang jelas,” tutup Hendrawan. [merdeka]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *