Mantan Presiden: Sriwijaya FC Jangan Cuma Aman Secara Finansial

Mantan presiden Sriwijaya FC Dodi Alex Noerdin (tengah) memberi konferensi pers, Selasa (13/11) (sripoku)

epicentrum.id, MUSI BANYUASIN – Jabatan Presiden Klub Sriwijaya FC tak lagi dipegang oleh H Dodi Reza Alex.

Kesibukannya menjadi Bupati Musi Banyuasin saat ini menyita fokusnya untuk mengurusi tim Sriwijaya FC berjuluk Laskar Wong Kito itu.

Dodi Reza Alex mengaku, dirinya telah menyatakan niat untuk mundur sebagai Presiden Klub Sriwijaya FC sejak 2-3 tahun yang lalu.

Namun saat itu belum ada yang mau menggantikannya dari jabatan tersebut.

“Tapi pada 2 tahun yang lalu belum ada yang mau menggantikan posisi saya sebagai presiden. Karena mereka berfikir dan akan banyak yang banyak tugas dipikul oleh presiden SFC.”

“Mulai dari urusan keuangan, urusan sponsor, kemudian juga memberikan juga suntikan motivasi kepada tim, merekrut pemain berdasarkan analisa tim teknis dan pelatih. Dan yang kemudian bertanggung jawab secara finansial,” ujarnya saat memberikan keterangan pers usai memberikan bonus kemenangan kepada tim di Wisma Muba Selasa (13/11/2018).

Namun saat ini, kesibukan usai dilantik menjadi Bupati Musi Banyuasin sudah benar-benar menyita perhatiannya.

Hingga akhirnya beberapa bulan lalu, ia memutuskan untuk menyerahkan jabatan tersebut kepada manajemen.

“Kalau dulu setiap pertandingan selama 9 tahun, saya selalu duduk di bench mendampingi pemain baik di dalam negeri maupun luar negeri.”

“Selama 9 tahun sampai 5-6 kali ganti manajer, kalau sekarang mungkin sangat susah. Karena waktu dan tempat saya bekerja sudah tidak di Palembang lagi,” ungkapnya.

Namun demikian, ia berharap kedepan jika manajemen dan presiden telah berganti, para orang tersebut dapat berkomitmen sesuai tanggung-jawabnya masing-masing.

Dan untuk presiden klub yang batu nantinya, ia juga mengajukan syarat.

“Dengan syaratnya ada. Presiden SFC harus bertanggung jawab seperti yang saya tanggung jawab selama 9 tahun.”

“Karena persoalannya Sriwijaya FC Sejak 2011 ini sudah tidak disokong oleh APBD. Jadi kalau kita membandingkan dulu dan sekarang, nggak apple to apple,” jelasnya.

Ia menuturkan, tanggung jawab itu seperti sponsorship, merekrut pemain berdasarkan analisis tim teknis dan pelatih, hingga memberikan motivasi pemain.

“Syaratnya cuma itu dan bisa mengayomi kepentingan di Sriwijaya FC sehingga klub sepakbola Sriwijaya FC ini juga bukan aman secara finansial saja, tapi masalah klub bisa diselesaikan dengan baik. Ini syarat yang saya ajukan,” tuturnya.

Namun meskipun namanya tak ada lagi di dalam jabatan pengurus namun dirinya tetap berkomitmen untuk mendukung manajemen selanjutnya.

Meskipun fokus mengurus Musi Banyuasin, namun dirinya tetap mendukung penuh dengan melakukan segala upaya yang dapat dilakukannya di posisi saat ini.

“Insya Allah selama saya bisa memberi sedikit sumbangsih kepada tim, baik dari segi sponsor dan pemasukan, pemikiran, selagi saya bisa Insya Allah saya bisa support. Termasuk mencari sponsor ke depan,” jelasnya. (tribun)

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *