TNI AU Terancam Batal Datangkan Pesawat Tempur Baru

Pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia (sukhoi)

epicentrum.id, JAKARTA – Pembelian pesawat tempur multifungsi buatan Rusia, Sukhoi Su-35 oleh Indonesia terancam batal akibat sanksi yang diberikan Amerika Serikat (AS) kepada negara-negara yang membeli senjata dari Rusia.

Dalam ajang pameran dan seminar pertahanan Indo Defence 2018, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama (Marsma) TNI Novyan Samyoga mengatakan bahwa sanksi AS tersebut dapat memaksa Indonesia membeli senjata dari AS.

Jika Indonesia betul-betul membatalkan pembelian Sukhoi Su-35, maka sangat mungkin Indonesia akan membeli Lockheed Martin F-16 ‘Viper’.

Indonesia menandatangani kontrak pembelian 11 Su-35 saat bulan Februari lalu, tepat beberapa bulan setelah Kongres AS mengesahkan undang-undang bernama¬†Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA) yang dapat menjatuhkan sanksi kepada negara-negara yang membeli senjata dari Rusia. Undang-undang ini adalah respon AS atas tindakan Rusia mengintervensi pemilihan umum AS dan menginvasi Ukraina.

Pemerintah AS pernah menjatuhkan sanksi ke Indonesia sejak Kerusuhan Dili tahun 1991 sampai tahun 2005. Dampak sanksi ini memperburuk kondisi TNI AU yang tidak dapat membeli suku cadang untuk pesawat terbangnya yang dibuat di AS seperti F-16, Lockheed Martin C-130 Hercules, dan Northrop Grumman F-5 Tiger II.

“Kami (TNI AU) harus mengoperasikan pesawat dari barat (AS dan sekutunya) maupun timur (Rusia dan Tiongkok),” ujar Marsma TNI Novyan Samyoga.

“Situasi politik penuh ketidakpastian, kami butuh keseimbangan karena jika kami memiliki masalah dengan Barat maka pesawat kami buatan Timur masih bisa dioperasikan. Kami pernah dikenai sanksi sehingga kami tahu butuhnya keseimbangan,” tambahnya. (jane’s)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *