Inalum Berutang Untuk Beli Freeport, Syaratnya Berat

(ilustrasi: cnbcindonesia)

epicentrum.id, HONGKONG – PT Indonesia Asahan Aluminimum (Inalum) pada Kamis (8/11) berhasil menjual surat utang pertamanya dalam denominasi dolar AS, yaitu sebesar 4 miliar dolar AS untuk pembiayaan akuisisi mayoritas (51 persen) saham dari tambang tembaga terbesar kedua di dunia.

Inalum akan memakai surat utang ini untuk mengakuisisi mayoritas saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Induk perusahaan PTFI, Freeport McMoran, telah menyepakati untuk menjual mayoritas sahamnya ke pihak Indonesia pada bulan Juli silam senilai 3,85 miliar dolar AS.

Walau Freeport McMoran sering menyebutkan bahwa kesepakatan dengan pihak Indonesia bersifat tidak mengikat, tetapi pihak Indonesia bersikukuh bahwa kesepakatan ini mengikat. Uniknya jika akuisisi tidak PTFI tidak berhasil dilakukan Inalum sampai dengan 30 Juni 2019, maka surat utang ini akan dilunasi sebesar 101 persen, sehingga Inalum harus menyediakan 4,04 miliar dolar AS saat jatuh tempo.

Adapun surat utang yang terjual Inalum adalah berbunga 5,23 persen dan jatuh tempo dalam 3 tahun, berbunga 5,71 persen dan jatuh tempo dalam 5 tahun, berbunga 6,53 persen dan jatuh tempo  10 tahun, dan berbunga 6,757 persen dan jatuh tempo 30 tahun.

Dari total 4 miliar dolar AS yang terjual Inalum, masing-masing sebesar 1 miliar dolar AS pada surat utang yang jatuh tempo 3 tahun dan 10 tahun, sebesar 1,25 miliar dolar AS untuk yang berjatuh tempo 5 tahun, dan 750 juta dolar AS untuk yang berjatuh tempo 30 tahun.

Semua surat utang ini terjual di bawah nilai semestinya (4 miliar dolar AS) walau bunga yang telah disepakati lebih rendah dari yang ditawarkan Inalum. Bunga yang sebetulnya ditawarkan Inalum adalah 5,875 sampai 8 persen.

BNP Paribas, Mitsubishi UFJ Financial Group, dan Citigroup Inc bertindak sebagai agen (dealer) surat utang ini. Peringkat surat utang ini adalah BAA2 menurut Moody’s dan BBB- menurut Fitch. Investor yang bersifat kelembagaan merupakan lembaga jasa keuangan membeli 78 sampai 86 persen dari 4 miliar dolar AS tersebut. (reuters)

 

 

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *