E-Commerce Kian Marak Sasar 90 Persen Pengguna Smartphone

Belanja online merupakan salah satu platform yang dimiliki berbagai e-commerce yang kian marak di Asia Tenggara, termasuk Indonesia. [Foto: Hipwee]

epicentrum.id, JAKARTA – Gaya hidup masyarakat yang serba kekinian nyatanya tak bisa terlepas dari kehadiran smartphone dalam beberapa tahun terakhir ini. Sejumlah aplikasi online yang ditawarkan pun cukup menggiurkan, mulai dari dunia pemberitaan, bisnis, belanja, transportasi, belanja, mencari jodoh, transaksi peminjaman, bahkan hingga prostitusi pun bisa melalui via online.

Maka, tak heran jika smartphone atau ponsel pintar kian mendominasi pasar yang menyasar mahasiswa, eksekutif muda, pengusaha, hingga para pejabat. Namun, dominasi ponsel pintar saat ini justru banyak mengubah pola pikir dan perilaku konsumen dalam berbagai aspek. Salah satunya dalam berbelanja online melalui platform e-commerce yang tengah marak.

Google dan Temasek memperkirakan lebih dari 90 persen pengguna internet di Asia Tenggara, termasuk Indonesia, menggunakan ponsel pintar sebagai perangkat utama. Berdasarkan studi Shopback baru-baru ini, terkait dominasi aplikasi ponsel di industri e-commerce, aplikasi ponsel menyumbang traffic paling banyak di platform e-commerce saat ini.

Munculnya fitur inovasi di platform e-commerce guna menciptakan aktivitas lain selain melakukan pembelian, menjadi salah satu alasan peningkatan traffic melalui aplikasi ponsel. Hingga kini, tercatat lebih dari 100.000 pengguna berpartisipasi hanya dalam beberapa hari setelah peluncurannya.

Country Head of Shopback Indonesia, Indra Yonathan mengatakan, selain meningkatkan traffic di platform e-commerce, aplikasi ponsel juga terbukti mampu meningkatkan volume pemesanan secara online.

“Data transaksi Shopback menunjukkan, aplikasi ponsel menyumbang 3/4 volume pemesanan secara online. Dari lima negara di database Shopback, Indonesia tercatat sebagai negara kedua yang menampilkan preferensi terkuat dalam hal pembelian melalui aplikasi mobile, setelah Thailand,” ungkapnya dalam keterangan tertulisnya, Kamis (8/11).

Menurut Yonathan, peningkatan volume pemesanan di platform e-commerce juga tidak lepas dari beragam inovasi pemasaran dari pelaku e-commerce, seperti pelaksanaan festival belanja online.

“Beragam jenis festival belanja dari pelaku e-commerce, yang menawarkan promo khusus serta potongan harga, masih menjadi bagian penting bagi para pelaku online ritel, seperti festival belanja 11.11 dan Harbolnas pada 12 Desember mendatang,” tandasnya, [jpnn]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *