Toilet Futuristik Bill Gates Ubah Kotoran Jadi Daya Listrik dan Air Minum, Kok Bisa??

Pendiri Microsoft, Bill Gates, menunjuk sebuah toples berisi kotoran manusia saat berpidatonya di Reinvented Toilet Expo yang menampilkan teknologi sanitasi di Beijing. – Reuters

epicentrum.id – Miliarder ternama asal Amerika Serikat (AS) Bill Gates meluncurkan toilet futuristik yang tidak membutuhkan air. Toilet ini juga menggunakan bahan kimia untuk mengubah kotoran manusia menjadi pupuk. Hadir dalam ajang Reinvented Toilet Expo yang digelar di Beijing, toilet itu, yang disebutnya siap dijual setelah pengembangan selama bertahun-tahun, merupakan buah gagasan proyek penelitian yang didanai oleh Bill and Melinda Gates Foundation.

Toilet tersebut memiliki beberapa desain tetapi semuanya bekerja dengan memisahkan pembuangan cair dan padat.

“Toilet yang ada dewasa ini hanya mengirim pembuangan ke dalam air, sedangkan toilet ini tidak memiliki saluran pembuangan. Toilet ini mengambil cairan dan zat padat serta memrosesnya secara kimia termasuk dengan melakukan pembakaran,” jelas Gates kepada Reuters dalam sebuah wawancara pada Selasa (6/11/2018).

Perubahan dari toilet tradisional menjadi model toilet tanpa air dibandingkan oleh Gates layaknya pengembangan dalam komputasi saat ia mendirikan Microsoft pada pertengahan 1970-an. “Seperti halnya komputer yang bisa berdiri sendiri, bukan dari sesuatu yang besar, kita bisa melakukan pemrosesan kimia ini di tingkat rumah tangga,” katanya.

A man stands next to a toilet design by Helbling at the Reinvented Toilet Expo showcasing sewerless sanitation technology in Beijing, China November 6, 2018. REUTERS/Thomas Peter

Menurut data yayasan tersebut, sanitasi yang buruk menyebabkan kematian setengah juta anak-anak di bawah usia lima tahun dan menghabiskan biaya senilai lebih dari US$200 miliar per tahun dalam hal perawatan kesehatan dan kerugian pendapatan.

Dalam pidatonya di perhelatan itu, Gates sampai memperlihatkan toples berisikan kotoran manusia untuk menggambarkan kepada forum mengenai pentingnya memperbaiki sanitasi.

“Ini menjadi pengingat yang baik bahwa dalam (tabung ini) bisa terdapat 200 triliun sel rotavirus, 20 miliar bakteri Shigella, dan 100.000 telur cacing parasit,” terangnya.

Bill and Melinda Gates Foundation telah berinvestasi sekitar US$200 juta untuk proyek toilet ini dan memperkirakan akan kembali membelanjakan jumlah yang sama sebelum toilet-toilet yang juga ramah lingkungan itu dapat digunakan untuk distribusi berskala luas.

“Tahun ini volume toilet itu akan mencapai sekitar 100 buah sementara orang-orang masih melakukan uji coba,” kata Gates.

A man looks at a toilet design by Cranfield University at the Reinvented Toilet Expo showcasing sewerless sanitation technology in Beijing, China November 6, 2018. REUTERS/Thomas Peter

Ia juga memanfaatkan kesempatan itu untuk mengangkat sistem perdagangan global dan bebas yang memungkinkan teknologi toilet terus berkembang. “Saya benar-benar percaya bahwa perdagangan memungkinkan setiap negara melakukan yang terbaik,” tutur Gates.

“Jadi ketika saya berbicara tentang komponen-komponen toilet yang dibuat di China, di Thailand, ataupun di Amerika Serikat – Anda benar-benar ingin menggabungkan semua kecerdasan tersebut sehingga Anda mendapatkan kombinasi itu.”

Perjalanan Gates ke China dilakukan di tengah perselisihan perdagangan antara China dan Amerika Serikat, dua negara berkekuatan ekonomi terbesar di dunia, yang telah saling melempar tarif terhadap produk-produk masing-masing negara.

Toilet atau WC itu bisa beroperasi di luar jaringan, tanpa air ledeng, sambungan saluran pembuangan atau listrik di luar. Beberapa prototipe saat ini bertenaga surya, atau menghasilkan energi mereka sendiri secara mekanis. Lebih dari 20 perusahaan mendaftar untuk proyek sanitasi ini, termasuk Clear, Eco-San, SCG Chemicals dan Eram Scientific Solutions.

Bill Gates, mengaku pernah meminum air yang terbuat dari feses yang sudah diolah hingga bersih. Dirinya mengaku akan dengan senang hati meminumnya setiap hari. “Saya menyaksikan tumpukan kotoran naik diolah melewati mesin itu, direbus dan dibersihkan menggunakan teknologi tinggi. Beberapa menit kemudian aku merasakan segelas air minum yang nikmat,” ujarnya.

Teknologi itu disebut Omniprocessor. Fungsinya mengambil limbah manusia, membunuh patogen berbahaya, dan mengubah bahan yang dihasilkan menjadi produk dengan nilai komersial potensial – seperti air bersih, listrik, dan pupuk.

“Pertumbuhan penduduk, urbanisasi, dan kelangkaan air selama beberapa dekade mendatang akan membuat penduduk di kota-kota Afrika dan Asia makin sulit. Oleh sebab itu, teknologi ini penting untuk memutus siklus penyakit dan kemiskinan yang terkait dengan sanitasi yang tidak aman,” kata Bill Gates.

lebih lanjut, Bill Gates memperkirakan, tiga dari 10 orang di seluruh dunia, atau 2,1 miliar penduduk dunia, akan suli memiliki akses ke air yang aman dan mudah tersedia di rumah, dan 4,5 miliar tidak memiliki sanitasi yang dikelola dengan aman. “Kini kami berada di titik puncak revolusi sanitasi,” kata Gates.{bisnis,indopos}

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *