4 Guyonan Jokowi dan Prabowo Ini Perkeruh Kesatuan

Dua calon presiden, Joko Widodo alias Jokowi dan Prabowo Subianto, tertawa bersama saat berbincang di sela acara Deklarasi Kampanye Damai di halaman Tugu Monumen Nasional, Jakarta, Ahad, 23 September 2018. [REUTERS/Darren Whiteside]

epicentrum.id, JAKARTA – Berbagai polemik muncul jelang Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Tak hanya dari satu pasangan calon (paslon) saja. kedua paslon Jokowi-Ma’aruf dan Prabowo-Sandi juga sempat melontarkan sejumlah candaan yang justru memperkeruh kondisi kebangsaan.

Berikut ulasan candaan Jokowi dan Prabowo yang jadi polemik:

1. Tampang Boyolali

Belum lama ini, capres Prabowo Subianto berkunjung ke Boyolali, Jawa Tengah. Namun, kunjungan Prabowo kali ini berbuntut panjang. Sebab saat berpidato, Prabowo dinilai merendahkan warga Boyolali. Dia menyebut orang Boyolali akan diusir ketika masuk ke hotel mewah.

Saat itu, Keuta Umum Partai Gerindra itu menceritakan jika dia sudah berkeliling menyambangi hotel-hotel mewah dan mahal.

“Tapi saya yakin kalian tidak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir, tampang kalian tampang tidak orang kaya, tampang kalian, tampang Boyolali ini, betul,” katanya.

Atas ucapannya itu, sebagian warga tidak terima. Bahkan sekelompok warga Boyolali melaporkan Prabowo ke polisi. Padahal timses menyebut ucapan itu hanya candaan kepada pendukung.

2. Tegur emak-emak di Ponorogo

Sepekan kemarin, aksi capres Prabowo Subianto ramai diperbincangkan berbagai kalangan. Salah satunya saat Prabowo melakukan kunjungan ke Ponorogo. Dia sempat menegur emak-emak yang ribut berebut buku kala timses membagikannya.

“Saudara mau diam atau saya yang bicara, Saudara naik ke sini (panggung). Kalau mau sopan saya bicara dulu, ini ingin lanjut atau tidak. Jangan ribut sendiri,” tegas Prabowo saat berada di salah satu tempat makan di Jalan KH. Ahmad Dahlan.

Akibat ucapan itu, Prabowo dinilai gampang emosi dan marah. Padahal menurut Juru Bicara pasangan Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak itu hanya bentuk teguran.

3. Harga kalajengking

Tak beda jauh dengan Prabowo Subianto, ucapan Jokowi juga sempat menjadi perbincangan hangat publik. Kala itu, dalam forum Musrenbangnas Jokowi membahas harga komoditas-komoditas termahal di dunia. Jokowi menyebut emas bukanlah komoditas yang paling mahal di dunia, harganya masih kalah dari racun kalajengking.

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca. Komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi, kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi.

4. Bukan presiden kalau loncat seperti itu

Saat pembukaan Asian Games 2018, ada cuplikan video Jokowi naik motor gede menuju Gelora Bung Karno Jakarta. Di tengah-tengah video, peran Jokowi digantikan oleh stuntman asal Thailand untuk melakukan atraksi berbahaya.

Tahu rahasia itu, masyarakat langsung mengkritik aksi Jokowi. Tak lama Jokowi menjawab kritikan itu dengan candaan. “Masak Presiden suruh loncat? Ya namanya gila bro! Ya bukan presiden kalau loncat seperti itu,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, pembukaan Asian Games bertujuan untuk menghibur masyarakat. Tim kreatif juga menawarkan beberapa pilihan adegan saat naik motor, mulai adegan yang biasa sampai adegan paling ekstrem. [liputan6]

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *