Usia 30-an Bisa Mengidap Alzheimer? Yuk! Cegah Sekarang Juga

Alzheimer dapat dicegah sejak dini. (foto: hello)

epicentrum,id, JAKARTA – Usia 30 hingga 40 tahun ternyata bisa disusupi penyakit alzheimer atau kita biasa menyebutnya penyakit pikun. Namun, riset terbaru merilis bahwa kita bisa mencegah perubahan otak yang mengarah ke alzheimer sejak dini.

Berdasarkan pemberitaan Mens Health, sebuah survei menemukan 60 persen orang Amerika Serikat menganggap alzheimer sebagai penyakit alami seiring bertambahnya usia. Namun hal itu disanggah para ilmuwan dunia.

Salah satu pernyataan datang dari Direktur Prevention Clinic Alzheimer Weill Cornell Medicine Richard Isaacson MD yang mengatakan, alzheimer bisa dihindari dengan melakukan pencegahan.

“Waktu terbaik memulai pencegahan dan rencana perbaikan otak bisa dilakukan dari sekarang,” ujar Isaccson.

Perubahan otak yang dapat menyebabkan gangguan kognitif bisa dimulai sejak usia 30 tahun. Namun bila usia seseorang saat memulai lebih muda atau tua tidak menjadi masalah. Sebab, tidak ada usia yang terlalu dini atau terlambat untuk dalam melancarkan kesehatan otak.

Para ilmuwan membagi empat resep khusus dalam mencegah penyakit alzheimer khususnya menguatkan kesehatan otak. Cara tersebut berhubungan dengan konsumsi makanan hingga kebugaran tubuh. Simak penjelasannya.

Bergerak

Bergerak menjadi kunci dalam membersihkan amyloid, yakni plak di otak yang ditemukan pada penderita alzheimer. Hingga saat ini, tidak ada obat yang mampu menurunkan kadar amyloid. Satu-satunya cara menurunkan kadarnya dengan bergerak atau melakukan aktivitas fisik.

Sebuah studi menemukan, orang yang aktif bergerak memiliki risiko 35 persen lebih rendah mengalami penurunan kognitif pada otak. Lakukan aktivitas fisik, seperti berlari, menari, hingga bermain bersama hewan peliharaan. Biasakan bergerak 20 sampai 30 menit setiap hari. Jadi, bergeraklah!

Aktifkan Daya Pikir

Salah satu cara mencegah demensia adalah dengan mengaktifkan daya berpikir atau menantang pikiran. Aktivitas ini tidak harus menyelesaikan persoalan teka teki silang. Mengingat nama banyak orang hingga membaca novel yang menantang pikiran bisa dilakukan.

Cukup Tidur

Mengurangi jam kebutuhan tidur sangat tidak baik. Buatlah tidur sebagai salah satu kegiatan prioritas. Sebelum tidur sebaiknya jauhkan diri dari peralatan digital, setidaknya setengah jam sebelum memejamkan mata.

Untuk mendapatkan waktu tidur yang baik, aturlah alarm tidur sekitar 30 menit hingga satu jam sebelum naik ke tempat tidur. Dengan demikian tidur bisa dilakukan secara teratur.

Cerdas Mengonsumsi Makanan

Hingga saat ini memang tidak ada jenis makanan yang dapat mencegah atau menyembuhkan gangguan kognitif. Namun pola makan yang sehat bisa membantu. Berdasarkan beberapa penelitian, ada jenis makanan yang bisa meningkatkan daya ingat dan kesehatan otak. Makanan tersebut antara lain, buah berry, sayuran hijau, ikan, dan biji-bijian utuh. Kurangi makanan mengandung lemak jenuh dan lemak trans. (republika)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *