Dua Mantan Presiden Indonesia, Abdurahman Wahid Dan Soeharto Tidak Diusulkan Jadi Pahlawan

Salah satu foto yang menunjukkan keakraban Gus Dur dan (mantan) Presiden Soeharto walau mereka bersebrangan secara politik, (Seventh News)

Epicentrum.id, Jakarta – Presiden ke-2 Republik Indonesia Soeharto serta Presiden ke-4 Abdurrahman Wahid alias Gus Dur kembali gagal menjadi pahlawan nasional. Tahun ini, nama keduanya tak diusulkan sebagai pahlawan nasional oleh Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pusat (TP2GP)

“Ya yang paling banyak pertanyaan itu Gus Dur dan Soeharto. Dua nama sudah berkali-kali diajukan tapi tahun ini tidak diajukan TP2GP,” kata Wakil Ketua Dewan Gelar, Tanda Jasa, dan Tanda Kehormatan Jimly Asshidiqqie di Kompleks Istana Kepresidenan, Kamis (1/11).

Nama Soeharto dan Gus Dur sudah berulang kali diajukan sejak dua tahun lalu hingga 2017. Namun keduanya tidak dipilih. Jimly mengaku tidak mengetahui alasan dua nama mantan Presiden RI itu tidak diajukan.

“Itu tanya ke tim TP2GP di Kemensos, tahun ini tidak diajukan,” katanya.

Pengajuan nama bakal calon pahlawan nasional bermula dari masyarakat kepada Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Pahlawan (TP2GP). Setelah dikaji, beberapa nama akan diserahkan TP2GP kepada Menteri Sosial selaku ketua TP2GP.

Mensos kemudian menyerahkan nama-nama itu kepada Dewan Gelar dan akhirnya diserahkan kepada Presiden Jokowi selaku Presiden berhak memilih nama-nama yang bakal ditetapkan sebagai pahlawan.

Ketua Dewan Gelar Ryamizard Ryacudu mengatakan timnya tahun ini menerima 18 nama dari TP2GP. Nama-nama itu kemudian mengerucut menjadi delapan saat diberikan kepada Presiden.

“Kami ini diskusi ngotot-ngototan. Kalau dari tim dulu 18 orang lalu jadi enam. Tadi kami tiupkan delapan, kata Presiden kebanyakan,” kata Ryamizard.

Ryamizard tidak menyebutkan nama-nama calon pahlawan nasional tahun ini. Menurutnya, nama-nama itu sudah melalui banyak pertimbangan sebelum diserahkan kepada Presiden.

Tahun lalu, empat nama diberi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keppres Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional, Presiden RI Joko Widodo.

Mereka adalah TGKH. M. Zainuddin Abdul Madjid tokoh asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Laksamana Malahayati (Keumalahayati) dari Aceh, Sultan Mahmud Riayat Syah (Kepulauan Riau), dan Lafran Pane (Yogyakarta) sebagai pahlawan nasional.

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *