3 Cara Terbaik Sampaikan Berita Duka pada Anak

Perkenalkan konsep kematian sejak dini agar anak dapat memahami dan tidak larut dalam kesedihan. (viva)

epicentrum.id, Jakarta – Menyampaikan berita duka seperti yang tengah dialami para keluarga korban jatuhnya pesawat Lion Air JT-610 memang cukup sulit, terlebih pesan duka tersebut disampaikan kepada anak-anak yang masih belum memahami apa yang terjadi terhadap orang tuanya yang turut menjadi korban.

Tentu berita duka ini dapat menimbulkan dampak yang begitu kuat dan mendalam bagi jiwa sang anak terutama yang belum memasuki usia akil balig. Bahkan, terkadang mereka belum mengerti tentang konsep kematian. Bagi keluarga yang tidak turut terlibat musibah, terasa sulit untuk menjelaskan tentang meninggalnya orang tua atau saudara dari sang anak. Berikut ini beberapa langkah yang perlu dilakukan dalam menyikapi hal ini.

1. Pakai perumpamaan sesuai dunia anak

Menurut Psikolog Universitas Indonesia, Bona Sardo Hutahaean, untuk menjelaskan tentang kematian anggota keluarga pada anak, tidak ada cara yang paling tepat atau baik. Menurutnya, keluarga bisa memberikan semacam perumpamaan atau kiasan yang masih bisa disesuaikan dengan dunia anak-anak.

“Supaya mereka juga masih berpikir bahwa orangtua saya atau anggota keluarga saya memang pergi dan tidak akan kembali,” ujar Bona.

2. Memperkenalkan konsep kematian kepada anak

Bona menambahkan, untuk memperkenalkan konsep kematian kepada anak, keluarga perlu tahu tentang latar belakang dari anak dan keluarga itu sendiri. Salah satu yang bisa dilakukan adalah memperkenalkan konsep kematian dengan surga.

“(Misalnya) papa atau mama itu pergi ke surga dan di surga itu tempatnya tidak kelihatan. Kadang-kadang munculnya dalam alam mimpi. Seperti itu,” jelas Bona.

Namun, untuk melakukannya juga tidaklah sederhana. Bona mengatakan, butuh kestabilan emosi dari mereka yang akan menceritakan tentang kejadian tersebut pada anak.

“Itupun juga tidak sederhana. Dalam konteks ini kan keluarga juga masih emosional,” ujar psikolog yang sempat mengikuti ajang pencarian bakat Indonesian Idol tersebut.

3. Pertimbangkan umur dan kemampuan kognitif anak sebelum menyampaikan

Selain dua hal tersebut, umur juga mempengaruhi apabila keluarga ingin memberitahukan tentang kematian anggota keluarga pada anak. Misalnya, memberitahukan tentang konsep surga bisa dilakukan ketika anak secara kognitif sudah baik.

“Tapi kalau belum ya beritahu saja bahwa orangtuanya pergi, tapi tidak kembali,” tambah Bona.

Apabila anak merasa rindu. Keluarga bisa mengajaknya untuk mengenang atau “menemui” mereka lewat pusara yang ada. (merdeka)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *