Laba Indofood Anjlok 13,6% Jadi Rp 2,82 T, Laba Usahanya Tercatat Tumbuh Negatif

Salah satu alat promosi produk untuk makanan khas Indonesia di Luar Negeri. (Photo/goodnewsfromindonesia.id)

Epicentrum.id, Jakarta – PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) merilis kinerja keuangan hingga triwulan ketiga tahun ini dengan catatan positif pada kenaikan pendapatan penjualan.

Namun, laba bersih perseroan turun 13,6% pada kuartal III-2018 menjadi Rp 2,82 triliun dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu senilai Rp 3,26 triliun.

Sedangkan marjin laba usaha tercatat tumbuh negatif dari sebelumnya 12,6% pada kuartal III-2017 menjadi 12,4% pada kuartal III tahun ini.

Hingga periode 30 September 2018, penjualan bersih INDF tumbuh 3,1% menjadi Rp 54,74 triliun dibandingkan Rp 53,12 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

“Secara umum, harga crude palm oil (CPO) tetap menjadi tantangan bagi kinerja kami. Sebagai catatan positif, kami tetap dapat meraih pertumbuhan penjualan di periode sembilan bulan tahun ini didukung oleh kinerha Grup yang kuat,” ujar Anthoni Salim, Direktur Utama dan Chief Executive Officer Indofood dalam rilisnya.

Tergerusnya bottom line perseroan didorong oleh beban pokok penjualan yang meningkat 3,63% secara year on year (YoY) menjadi Rp 39,27 triliun.

Beban pokok tertinggi berasal dari bahan baku yang digunakan naik 7,03% YoY menjadi Rrp 24,99 triliun dan beban produksi yang melonjak 12,8% menjadi Rp 12 triliun.

Selain itu, INDF harus mengeluarkan beban keuangan yang meningkat 67,88% YoY menjadi Rp 1,83 triliun dan beban penjualan dan distribusi senilai Rp 6,16 triliun atau meningkat 5,57 YoY.

Sementara itu, perseroan mencatat liabilitas Rp 47,43 triliun atau naik 14,86% dibandingkan liabilitas pada akhir 2017 senilai Rp 41,29 triliun. Sedangkan aset INDF tumbuh 8,58% pada periode yang sama menjadi Rp 95,98 triliun.

sumber: cnbcindonesia

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *