Kecelakaan Lion Air Dapat Sorotan Media Global

“Bagaimana mungkin pesawat yang mulai terbang dua bulan lalu mengalami kecelakaan?”

Petugas SAR melakukan pencarian pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat (foto: ANTARA FOTO/Arif Ariadi)

epicentrum.id –¬†Insiden jatuhnya pesawat Lion Air JT 610 di perairan Karawang, Jawa Barat, Senin, 29 Oktober 2018 pagi, turut menjadi perhatian media internasional. Berbagai media memberitakan kecelakaan pesawat dengan rute Jakarta-Pangkalpinang tersebut.

Portal surat kabar asal Inggris, The Guardian, adalah salah satu media yang memberitakan insiden tersebut. Bahkan, pemberitaan jatuhnya pesawat yang mengangkut 189 penumpang dan kru itu menjadi salah satu berita terpopuler.

The Guardian mewawancarai Kapish Gandhi, sepupu dari Bhavye Suneja, pilot pesawat nahas tersebut. Gandhi mengatakan, keluarganya hancur mendengar berita itu dan telah berkumpul bersama di Delhi.

“Kami melihatnya di televisi pagi ini dan tidak tahu apakah harus mempercayainya. Kami semua tidak bisa berkata-kata,” kata Gandhi seperti diberitakan The Guardian.

Media massa yang berbasis di Qatar, Al Jazeera, menyoroti proses evakuasi dan pencarian kotak hitam pesawat Lion Air yang jatuh 13 menit setelah terbang dari Bandara Soekarno-Hatta tersebut.

“Tim pencari menjelajah laut Indonesia pada hari Selasa, untuk mencari tanda-tanda kehidupan dan mengumpulkan bukti untuk menentukan apa penyebab jatuhnya Lion Air dengan 189 penumpang di dalamnya,” tulis Al Jazeera.

The New York Times, media massa asal Amerika Serikat, juga terus memperbarui informasi terbaru terkait insiden ini. Pukul 02.00 waktu setempat, NY Times memberitakan temuan sejumlah potongan tubuh korban kecelakaan Lion Air.

“Tim penyelamat dengan menggunakan perahu karet mengambil potongan tubuh manusia, potongan pesawat dan barang-barang pribadi setelah Boeing generasi baru jatuh beberapa menit setelah tinggal landas,” tulis The New York Times.

Sementara itu, media Singapura, Straits Times, mengangkat artikel mengenai bagaimana pesawat yang terbilang cukup baru itu bisa mengalami kecelakaan mengenaskan.

“Bagaimana mungkin pesawat yang mulai terbang dua bulan lalu mengalami kecelakaan? Itulah pertanyaan terbesar yang sedang dibahas setelah penerbangan Lion Air JT610 jatuh pada hari Senin pagi kemarin,” tulis Straits Times. (viva)

KOMENTAR

Related Posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *